kriminal

Kepolisian Ungkap 634 Kasus Narkoba Selama 2024 di Sulteng: 300 Ribu Jiwa Selamat dari Ancaman Mematikan

Kamis, 2 Januari 2025 | 14:28 WIB
Polda Sulteng berhasil menyelamatkan 321.384 jiwa dari ancaman narkoba di 2024. Pelajari lebih lanjut tentang upaya mereka melawan peredaran narkotika.

Sulawesitoday - Pada tahun 2024, Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) mencatat pencapaian signifikan dalam pemberantasan narkotika. Sebanyak 634 kasus peredaran gelap narkoba berhasil diungkap. Angka ini bukan hanya sekadar statistik, tetapi mencerminkan dedikasi aparat penegak hukum dalam melindungi masyarakat dari bahaya yang mengintai.

Dari kasus-kasus tersebut, Polda Sulteng menyita lebih dari 64.383 gram sabu. Jumlah ini meningkat drastis hingga 49,6% dibandingkan tahun sebelumnya. "Bayangkan, setiap gram sabu dapat merusak lima orang. Dengan penyitaan ini, sekitar 321.384 jiwa berhasil diselamatkan," ungkap AKBP Sugeng Lestari dari Bidhumas Polda Sulteng.

Mengapa Angka Ini Penting?

Angka-angka tersebut menunjukkan dampak besar peredaran narkoba terhadap komunitas lokal. Sabu, yang sering disebut sebagai "obat penghancur generasi," telah menjadi perhatian serius aparat dan pemerintah. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bahkan memasukkan pemberantasan narkoba ke dalam Asta Cita ke-7, sebuah prioritas nasional untuk memperkuat reformasi hukum dan pencegahan korupsi serta narkoba.

Namun, perjuangan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, baik melalui pengawasan lingkungan maupun edukasi kepada generasi muda. "Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan memastikan anak-anak kita jauh dari jeratan narkoba," tambah Sugeng.

Harapan di Tahun 2025

Memasuki tahun 2025, Polda Sulteng berkomitmen untuk melipatgandakan upaya mereka. Fokus utama tidak hanya pada penindakan, tetapi juga pencegahan. Sinergi antara kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan dalam perang melawan narkoba.

Langkah-langkah strategis, seperti edukasi berbasis komunitas dan kampanye anti-narkoba, direncanakan untuk memastikan tidak ada ruang bagi peredaran gelap narkotika. "Ini bukan hanya tugas kami sebagai aparat, tetapi tanggung jawab bersama," tutup Sugeng dengan nada tegas.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

Tags

Terkini