kriminal

Demi Rokok, 3 Remaja di Banggai Gasak Besi Scaffolding

Senin, 6 Januari 2025 | 18:17 WIB
Remaja di Banggai mencuri besi scaffolding demi kebutuhan konsumtif. Mediasi damai dilakukan, jadi pelajaran penting bagi masyarakat.

Sulawesitoday - Kasus pencurian besi scaffolding di Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, akhirnya menemui titik terang. Setelah hampir dua minggu, pelaku berhasil diidentifikasi sebagai tiga remaja berusia 15 hingga 19 tahun. Kasus ini menjadi pelajaran berharga tentang pengawasan dan tanggung jawab dalam keluarga serta masyarakat.

Pencurian terjadi pada sore hari, tanggal 20 Desember 2024. Besi tiang penyangga milik Rifaldi Talata, yang disimpan di samping pagar PT Panca Amara Utama, ditemukan hilang. Menurut Bhabinkamtibmas Polsek Batui, Aipda Usman, sebanyak delapan batang besi ukuran 4 dan 2 meter telah digasak.

"Setelah dicek, korban mendapati besi dengan total berat 70 kilogram sudah hilang," jelas Aipda Usman. Penyelidikan pun dilakukan, hingga akhirnya pelaku berhasil terungkap. Mereka adalah IN (19), AK (19), dan MR (15). Ketiganya mengakui perbuatannya dan menjual besi tersebut kepada pengepul di Kecamatan Toili seharga Rp 3.000 per kilogram.

Sayangnya, hasil penjualan hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif seperti membeli rokok. "Uang dari penjualan langsung habis dibagi tiga," ungkap Usman. Kasus ini tidak hanya mencerminkan kerugian material, tetapi juga menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap remaja yang rentan melakukan tindakan nekat.

Baca Juga: Maut Datang Tak Disangka, Wanita Lansia Meninggal Usai Digigit Kobra di Bone

Minggu, 5 Januari 2025, Bhabinkamtibmas menggelar mediasi dengan menghadirkan pelaku, korban, dan keluarga masing-masing. Proses ini berlangsung damai, dengan hasil kesepakatan bahwa orang tua pelaku harus lebih ketat mengawasi anak-anak mereka. "Kesadaran keluarga menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang," imbuh Usman.

Scaffolding, alat penting dalam konstruksi, bukan sekadar material biasa. Ketiadaan alat ini dapat menghambat pekerjaan dan menimbulkan kerugian signifikan bagi pemiliknya. Kasus ini menjadi peringatan penting bahwa pengawasan terhadap aset berharga, terutama yang disimpan di area terbuka, harus diperketat.

Apa yang bisa kita pelajari? Kasus ini menunjukkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Sebuah langkah kecil seperti saling mengingatkan dan meningkatkan pengawasan dapat membuat perbedaan besar.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday.

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

Tags

Terkini