Sulawesitoday, 10 Mei 2025 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah resmi menggelontorkan anggaran Rp211 miliar untuk program unggulan pendidikan “Berani Cerdas”.
Skema ini membebaskan biaya sekolah di seluruh SMA/SMK negeri, mengucurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Daerah bagi swasta, serta memberikan beasiswa penuh bagi siswa kurang mampu di lembaga swasta.
Gubernur Dr. Anwar Hafid, M.Si., menegaskan, “Banyak yang tanya, uangnya dari mana? Ini hasil efisiensi belanja operasional, bukan utang atau dana baru. Kalau ada rapat, konsumsi kita pangkas; ATK nggak perlu yang mewah. Uang itu kita alihkan untuk beasiswa” ujar Anwar saat berdialog dengan media dan OPD.
Program “Berani Cerdas” lahir dari keprihatinan atas tingginya angka putus sekolah akibat beban biaya. Dengan target 74.000 pendaftar, Pemerintah Provinsi memastikan seluruh siswa dari desil 1–4 yang lolos verifikasi resmi dibiayai.
Verifikasi hanya memerlukan surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan, sehingga tidak membebani calon peserta dengan prosedur birokrasi yang panjang.
Rincian alokasi anggaran mencakup 60% untuk pembebasan SPP di sekolah negeri, 25% untuk BOS Daerah di sekolah swasta, dan 15% untuk program beasiswa penuh.
Dana tersebut bersumber dari realokasi anggaran rutin yang tadinya digunakan untuk perjalanan dinas, rapat, bahkan kertas dan alat tulis kantor, yang kini dinilai lebih baik diprioritaskan pada pendidikan.
Keseriusan Pemprov Sulteng terlihat dari cakupan wilayah program, yang dipastikan merata dari Kota Palu hingga desa-desa terpencil di Wolio dan Dampal Selatan.
Anwar Hafid menambahkan, “Kalau kita bangun infrastruktur jalan, hanya beberapa wilayah yang merasakan. Tapi bangun pendidikan, semua wilayah, dari pesisir hingga pegunungan, ikut menikmati manfaatnya.”
Di tengah sorotan publik, program ini menjadi bukti komitmen nyata bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan generasi muda Sulteng.
Baca Juga: Dorong Ekonomi Lokal, Kemenkum Sulteng dan DJKI Genjot Proses Publikasi Indikasi Geografis
“Ini bukan sekadar janji politik di atas kertas, tapi prioritas anggaran yang berdampak langsung. Saya ingin semua anak Sulawesi Tengah punya kesempatan yang sama untuk berprestasi,” tutup Gubernur Anwar Hafid.
Dengan terobosan “Berani Cerdas”, Sulawesi Tengah menegaskan langkah progresifnya dalam pemerataan akses pendidikan, sekaligus memberi harapan baru bagi ribuan keluarga untuk meraih mimpi tanpa terkendala biaya.