Sulawesitoday - Gelombang perubahan coba digulirkan di Parigi Moutong. Tak tanggung-tanggung, 19 program ambisius telah disiapkan untuk jadi ‘kado’ manis di 100 hari pertama kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati.
Sebuah percepatan yang diharapkan jadi denyut baru bagi nadi pembangunan daerah ini, terutama bagi rakyat jelata.
Jumat siang nan terik itu, di ruang rapat Kepala Bappelitbagda, suhu pembahasan justru menghangat. Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, tampak serius memimpin rapat.
Didampingi Kepala Bappelitbagda Irwan, serta puluhan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, ia membedah satu per satu langkah strategis untuk merealisasikan janji-janji sang kepala daerah. Sebuah upaya ‘tancap gas’ yang tak bisa ditawar-tawar lagi.
Agenda utama rapat tak lain adalah memuluskan jalan bagi program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati. Masing-masing OPD diberi panggung, memaparkan strategi jitu mereka.
Dari hilir ke hulu, semua dipetakan. Ini bukan cuma rapat biasa, tapi semacam orkestra raksasa untuk menyatukan irama gerak pemerintah.
Sembilan belas poin program itu ibarat jaring yang ditebar ke segala penjuru. Ada ‘isi ulang gas 3 kg gratis’ yang bikin emak-emak senyum lebar, lalu ‘berkah mingguan’ alias belanja bareng ke pasar harian/mingguan yang menggerakkan ekonomi lokal.
Pendidikan juga tak luput, dengan ‘pakaian sekolah untuk murid baru SD dan SMP’ yang meringankan beban orang tua.
Kesehatan jadi sorotan utama: ‘pemenuhan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Moutong’, ‘pengantaran pasien rujukan gratis (Ambulance)’, bahkan ‘pemulangan jenazah gratis (Ambulance)’ dan ‘pelayanan kesehatan mobile’ yang siap menjemput bola hingga ke pelosok.
Kota pun ingin dibuat kinclong dengan program ‘kebersihan kota’ dan ‘pembenahan lampu jalan’.
Tak hanya itu, persoalan klasik seperti ‘penanganan ilegal logging’, ‘ilegal maining’, dan ‘ilegal fishing’ juga masuk daftar.
Administrasi kependudukan kini dipermudah lewat ‘pelayanan administrasi kependudukan di kecamatan’ dan ‘pelayanan administrasi terpadu kecamatan (PATEN)’.
Baca Juga: Skandal Chromebook Menguak, Nadiem Diperiksa Pekan Depan - Perannya Erat di Proyek Triliunan
Bagi pencari kerja, ada ‘job fair/bursa kerja’ dan upaya ‘pengajuan usulan pengangkatan PPPK dengan kontrak 5 tahun’. UMKM juga tak dilupakan dengan ‘pemutakhiran data UMKM’.