Sulawesitoday - Longsor bagai raksasa tidur yang terbangun, mendadak memuntahkan isinya. Kali ini, sebuah titik di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tappilina, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menjadi saksi bisu amukannya.
Akibatnya, urat nadi pergerakan dari Mamuju menuju Palu, dan sebaliknya, terpaksa putus, lalu lintas lumpuh total.
Kejadiannya bak kilat menyambar, Rabu sore (3/7/2024), sekitar pukul 14.30 WITA. Langit memang sejak siang sudah merona gelap, menumpahkan hujan deras tanpa ampun.
"Betul, longsor yang terjadi menutup total jalan Trans Sulawesi," kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Mamuju Tengah, Iptu Amrin, kepada awak media.
Menurutnya, curah hujan yang tinggi menjadi biang keladi, membuat tanah tak lagi mampu menahan diri, lantas ambruk dan menimbun badan jalan sepanjang kurang lebih 20 meter.
Medan yang berat dan volume material longsor yang tak sedikit membuat upaya penanganan menjadi tantangan. Petugas gabungan dari kepolisian, BPBD, hingga dinas terkait, langsung berjibaku di lokasi.
Sebuah alat berat, sang pahlawan perkasa, sudah dikerahkan, merangkak perlahan memecah timbunan tanah dan bebatuan. Namun, Amrin tak menampik, butuh waktu tak sebentar untuk membersihkan semua sisa longsoran itu.
"Saat ini petugas dibantu BPBD masih melakukan penanganan. Diperkirakan besok pagi baru bisa dilalui karena antrean kendaraan sudah cukup panjang," ujarnya, menggambarkan deretan panjang kendaraan yang terperangkap dalam jeda waktu yang tak pasti.
Kondisi ini memaksa para pengelana jalan untuk memutar otak. Banyak yang memilih menepi, mencari persinggahan seadanya, berharap fajar esok membawa kabar baik.
Baca Juga: Urat Nadi Jalan Trans Sulawesi Balinggi Parigi Moutong Sempat Lumpuh, Pulih Dalam Hitungan Jam
Iptu Amrin berpesan, bagi pengendara yang hendak melintas dari dua arah, baik Mamuju maupun Palu, agar sabar menunggu.
"Untuk sementara kami himbau pengendara mencari tempat istirahat yang aman sambil menunggu jalan kembali normal," pesannya. Sebuah jeda paksa di tengah laju kehidupan, akibat ulah alam yang tak terduga.
Artikel Terkait
Yaqut di Pusaran Isu Korupsi Haji, KPK Usut Penambahan Kuota
Julukan Naga Terbang Iran untuk Rudal Hipersonik Fattah Gemparkan Medsos, Ubah Peta Konflik
Tali Duga Keterlibatan Budi Arie di Konser Judol Kominfo Makin Kencang, Pengamat Desak Penyidik
Menuju Teluk Persia? Kapal Induk AS Menghilang Dekat Aceh, Bayang-bayang Perang Iran Mengintip
Urat Nadi Jalan Trans Sulawesi Balinggi Parigi Moutong Sempat Lumpuh, Pulih Dalam Hitungan Jam