Momentum panen raya punya makna lebih dalam. Bukan sekadar perayaan hasil panen. Ini ajang refleksi dan proyeksi masa depan. Erwin Burase ingin mengubah mindset petani.
"Jadikan ini pemicu semangat baru," ajak Erwin. Petani harus terus berinovasi. Pertanian berkelanjutan jadi keharusan. Ramah lingkungan, produktif, menguntungkan.
Bupati itu menempatkan pertanian pada posisi strategis. "Mari jadikan sektor pertanian tulang punggung ekonomi daerah," serunya. Bukan sektor pinggiran. Bukan hanya pengisi perut. Tapi motor penggerak ekonomi Parigi Moutong.
Visi itu ambisius. Tapi bukan mustahil. Dengan teknologi tepat guna, pertanian bisa jadi primadona. Menghasilkan devisa daerah. Menyerap tenaga kerja masif. Menciptakan kesejahteraan nyata.
Apresiasi untuk Pejuang Pangan
Erwin Burase tak lupa mengapresiasi. Petani adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Kerja keras mereka menjaga ketahanan pangan. Kekompakan mereka patut diacungi jempol.
"Semoga keberkahan hasil panen jadi motivasi," harap Erwin. Bukan hanya untuk petani. Tapi untuk seluruh elemen Masyarakat. Gotong royong membangun Parigi Moutong. Lebih maju, lebih mandiri.
Ada nuansa optimisme dalam kata-katanya. Tapi juga kewaspadaan. Tantangan ke depan tak akan lebih ringan. Malah mungkin lebih berat. Teknologi pertanian modern bukan solusi instan. Butuh komitmen panjang. Butuh investasi berkelanjutan.
Pertanyaannya sekarang: apakah program ini akan benar-benar dirasakan petani? Atau hanya akan jadi dokumen di lemari birokrasi? Waktu yang akan menjawab. Petani Parigi Moutong menunggu bukti nyata. Bukan janji-janji manis.
Baca Juga: Digitalisasi Layanan Sipil Parigi Moutong: 96 Persen Warga Terekam, Ribuan Masih Gelap Dokumen