pemerintah

Transformasi Digital Perlindungan Pekerja, BPJS Parimo Dorong Maksimalkan Fitur JMO hingga Program MLT BTN

Rabu, 26 November 2025 | 20:21 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Parimo kampanyekan JMO untuk akses digital jaminan sosial. Fitur lengkap, MLT BTN, hingga Sertakan BPU tersedia

Fitur "Sertakan": Memperluas Jangkauan Perlindungan Sosial

Inovasi lain patut dicatat. Fitur "Sertakan" dalam JMO diluncurkan. Peserta aktif bisa daftarkan orang lain. Keluarga, rekan, atau kerabat bisa ikut.

Target utamanya: Bukan Penerima Upah (BPU). Kelompok ini sering terlupakan. Pekerja informal, freelancer, pedagang kecil. Mereka butuh perlindungan sosial juga.

Arfandi optimis dengan fitur ini. "Cakupan perlindungan makin luas," jelasnya. Masyarakat akar rumput bisa terjangkau. Kesadaran akan jaminan sosial meningkat.

Proses pendaftaran sangat mudah. Peserta aktif masukkan data calon peserta. Verifikasi dilakukan sistem otomatis. Kepesertaan baru langsung teraktivasi.

Namun tantangannya bukan teknis semata. Edukasi tentang pentingnya jaminan sosial masih minim. Banyak pekerja informal enggan ikut program. Mereka anggap premi memberatkan.

BPJS Ketenagakerjaan Parimo merespons skeptisisme ini. Sosialisasi intensif terus dilakukan. Pendampingan ke perusahaan-perusahaan digenjot. Peserta didorong mandiri kelola haknya.

Transformasi Digital atau Sekadar Wacana?

Upaya digitalisasi ini ambisius. Target peningkatan kualitas pelayanan ditetapkan. Efisiensi proses administrasi dijanjikan. Peserta dijanjikan layanan lebih cepat.

Tanpa perantara. Tanpa birokrasi berbelit. Semua serba digital.

Tapi realitasnya lebih kompleks. Tidak semua pekerja melek digital. Akses internet masih timpang. Smartphone belum dimiliki semua orang.

Arfandi mengakui tantangan ini. "Kami terus lakukan pendampingan," ujarnya. Sosialisasi tak cukup sekali. Edukasi berkelanjutan diperlukan.

Perusahaan-perusahaan diminta berperan aktif. Mereka wajib fasilitasi pekerja. Akses internet di tempat kerja disediakan. Pelatihan penggunaan aplikasi diberikan.

BPJS Ketenagakerjaan juga siapkan layanan alternatif. Bagi yang belum bisa gunakan JMO, layanan tatap muka tetap ada. Kantor cabang masih beroperasi normal.

Namun arah kebijakannya jelas: digitalisasi penuh. Dalam beberapa tahun ke depan, layanan manual akan diminimalkan. JMO menjadi gerbang utama.

Halaman:

Tags

Terkini