pemerintah

Naik Motor Lewat Jalan Ekstrem, Legislator Fathia Bawa Bantuan untuk Lansia Miskin di Pelosok Parigi Moutong

Kamis, 23 April 2026 | 13:28 WIB
Legislator PDI-P Fathia tempuh jalur ekstrem saat reses di Dapil 2 Parigi Moutong, serap aspirasi beronjong sungai dan PLTS, serta serahkan sembako-kasur untuk lansia kurang mampu.

Sulawesitoday - Bukan jalan mulus yang ia tempuh. Selasa (21/04/2026), anggota DPRD Parigi Moutong dari Fraksi PDI Perjuangan, Fathia, harus memacu sepeda motor melewati jalur sempit dan berbatu hanya untuk sampai ke Dusun Taedo, Desa Tomoli Selatan, Kecamatan Toribulu — salah satu titik resesnya di Dapil 2. Jalan menuju lokasi itu memang belum bisa dilalui kendaraan roda empat.

Sesampai di sana, bukan sambutan seremonial yang paling berkesan. Warga langsung meluapkan satu kekhawatiran yang sudah lama menghimpit: sungai yang terus melebar dan mengikis lahan pemukiman mereka.

"Warga sangat mengharapkan pembangunan beronjong. Kalau tidak segera ditangani, ini sangat berbahaya karena arus sungai terus mengikis lahan pemukiman mereka," kata Fathia usai mendengarkan keluhan warga.

Selain ancaman banjir, masyarakat Taedo juga menyampaikan dua kebutuhan mendesak lainnya: perbaikan akses jalan dan bantuan bibit kakao untuk menopang pertanian mereka. Kepala Desa Tomoli Selatan dan sejumlah tokoh agama setempat hadir mendampingi warga dalam dialog tersebut.

Reses belum selesai di situ. Dari Taedo, Fathia bergerak ke titik kedua — Desa Maninili Barat. Di sana, suasana pertemuan terasa berbeda. Jajaran pemerintah desa, tokoh perempuan, hingga warga dari dusun terpencil Padoma ikut hadir. Aspirasi yang mencuat beragam: listrik tenaga surya (PLTS), pengadaan alat kuliner, tenda besi, dan bibit kakao.

Tapi momen paling mengharukan hari itu bukan saat dialog. Melainkan ketika Fathia menyerahkan 21 paket sembako khusus untuk warga lansia, disertai bantuan kasur busa bagi mereka yang kurang mampu. Tak cukup sampai di situ — ia kemudian melangkah lebih jauh, menuju rumah seorang lansia bernama Harjun, yang hidup dalam keterbatasan.

Kasur lipat dan sembako pun diserahkan langsung ke tangan penerimanya. Bukan diserahkan melalui perantara. Bukan di atas panggung.

"Kami tidak hanya datang untuk mendengar, tetapi juga berupaya meringankan beban warga secara langsung. Terkait kondisi Bapak Harjun, saya sudah berkoordinasi dengan Plt. Camat Tinombo Selatan untuk segera mencarikan solusi jangka panjang bagi beliau," tegasnya.

Koordinasi itu bukan kalimat basa-basi. Fathia mengaku telah menghubungi Pelaksana Tugas Camat Tinombo Selatan untuk mendorong penanganan lebih berkelanjutan terhadap kondisi Harjun — bukan hanya pemberian sesaat.

Dua titik reses dalam satu hari. Satu menempuh jalur sempit dengan motor. Satu berakhir di depan pintu rumah orang tua yang hampir terlupakan. Itulah yang Fathia sebut sebagai komitmen — mengawal aspirasi di meja legislatif, sambil tidak membiarkan warga pelosok Parigi Moutong menunggu terlalu lama untuk sekadar merasa diperhatikan.

Tanah Pura Belum Bersertifikat Puluhan Tahun, Legislator Leli Pariani Janji Kawal ke BPN

Tags

Terkini