pemerintah

Nelayan Parigi Tengah Terima 75 Jaket Pelampung dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Parigi Moutong

Kamis, 23 April 2026 | 19:31 WIB
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Parigi Moutong menyerahkan 75 jaket pelampung bagi nelayan Desa Pangi dan Pelawa Baru saat reses di Parigi Tengah, Kamis (23/4/2026.

Sulawesitoday - Setiap hari mereka pergi ke laut. Tanpa pelampung. Mengandalkan nasib di tengah ombak Teluk Tomini yang tak selalu bersahabat. Sebagian nelayan di pesisir Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, selama ini melaut dengan perlengkapan keselamatan yang jauh dari memadai.

Kamis, 23 April 2026, ada sedikit kabar baik buat mereka. Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Faisan Lelo Badja, menyerahkan 75 jaket pelampung kepada perwakilan nelayan dari Desa Pangi dan Desa Pelawa Baru. Bantuan itu disalurkan saat kegiatan reses di Dusun V Perumahan Nelayan, Desa Pelawa Baru.

Hadir dalam kegiatan itu sejumlah tokoh masyarakat dan aparat desa setempat. Suasana sederhana, tapi penuh makna — setidaknya bagi mereka yang puluhan tahun bergulat dengan risiko laut tanpa perlindungan yang layak.

Faisan tak panjang lebar soal angka dan program. Ia berbicara soal nyawa. "Nelayan adalah salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir. Karena itu, keselamatan mereka saat melaut juga harus menjadi perhatian bersama," ujarnya di hadapan warga yang memadati lokasi reses.

Bantuan jaket pelampung ini, menurut Faisan, bukan turun dari langit. Ini tindak lanjut dari aspirasi masyarakat pesisir yang sudah lama mengeluhkan minimnya perhatian terhadap keselamatan nelayan kecil. Aspirasi itu ia tampung, lalu ia wujudkan — meski dalam skala yang masih terbatas.

"Jaket pelampung ini mungkin terlihat sederhana, tetapi sangat penting dalam situasi darurat di laut. Saya berharap bantuan ini benar-benar digunakan saat melaut," kata Faisan.

Mirjan, perwakilan nelayan Desa Pangi sekaligus Ketua Kelompok Sadar Wisata, mengaku tak menyembunyikan rasa syukurnya. Sebagian nelayan di desanya, kata dia, masih belum memiliki perlengkapan keselamatan yang memadai untuk melaut.

"Kami berterima kasih atas bantuan ini. Jaket pelampung sangat dibutuhkan nelayan, apalagi saat cuaca buruk atau gelombang tinggi," ujarnya.

Hal senada disampaikan Hasan, perwakilan dari Desa Pelawa Baru. Ia berharap perhatian terhadap masyarakat pesisir tidak berhenti pada pembagian jaket saja, tetapi berlanjut lewat program-program pemberdayaan yang lebih substantif.

Di luar soal jaket pelampung, warga memanfaatkan momen reses untuk menyuarakan sederet persoalan yang selama ini menggantung. Bantuan alat tangkap ikan, perbaikin akses jalan lingkungan, hingga ancaman abrasi yang mulai menggerogoti kawasan permukiman nelayan — semua disampaikan langsung di hadapan Faisan.

Faisan berjanji semua masukan itu tidak akan menguap begitu saja. "Reses ini bukan hanya agenda formal, tetapi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami bawa dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada," tegasnya.

75 jaket pelampung. Mungkin angka yang kecil dibanding ribuan nelayan yang setiap pagi melepas tali tambat perahunya. Tapi bagi mereka yang menerimanya hari ini, itu adalah selisih antara tenggelam dan selamat. Antara pulang dan tidak.

Baca Juga: Reses di Wanamukti, Legislator Imam Muslihun Tawarkan Rumahnya sebagai Tempat Singgah Warga Dapil IV

Tags

Terkini