Sulawesitoday - Balai Pertemuan BUMDes Desa Sigenti Barat mendadak riuh pada Jumat pekan lalu. Di sana, Husen H. Mardjengi, politikus Partai Amanat Nasional, duduk mendengar rontalan aspirasi warga Tinombo Selatan.
Warga tak sekadar menyapa, mereka menagih realisasi proposal yang sudah lama mengendap.
"Sebagian bantuan seperti perahu nelayan sudah cair dan dipakai warga," kata Husen kalem di depan forum.
Namun, urusan perut dan infrastruktur dasar belum tuntas sepenuhnya. Warga kini mendesak perbaikan jalan rusak yang saban hari dilewati anak-anak menuju sekolah di Sigenti Barat.
Baca Juga: Reses Anleg H. Sami Janji Kawal Dana Pokir untuk Rehab Masjid dan Petani
Kondisi jalan itu dinilai mengawatirkan bagi keselamatan siswa yang melintas.
"Jalan sekolah dan bibit durian jadi catatan penting untuk segera dikomunikasikan ke dinas terkait," ujar Ketua DPC PAN Parigi Moutong itu.
Selain infrastruktur, warga juga mengincar bantuan bibit durian untuk mendongkrak ekonomi lokal. Petani berharap program ini masuk skala prioritas agar kantong mereka tak terus mengempis.
Sektor kesehatan pun tak luput dari sorotan tajam dalam pertemuan tersebut. Babinsa setempat melaporkan desa mereka sangat membutuhkan unit ambulans untuk rujukan medis darurat.
Baca Juga: Lama Terlupakan, Warga Ambesia Induk Curhat ke Legislator Irawati Soal Air Bersih
Di tengah hujan usulan, seorang tokoh masyarakat tiba-tiba melempar pernyataan yang memantik diskusi. Ia mengajak warga untuk mulai mandiri dan tidak melulu menyusu pada proposal pemerintah.
Sikap mandiri ini direspon positif oleh Husen di sela-sela kesibukannya mencatat poin usulan. Ia berjanji akan mengawal setiap aspirasi sesuai dengan kemampuan anggaran daerah yang tersedia.
"Saya berkomitmen berupaya maksimal agar aspirasi bapak dan ibu terwujud bertahap," tegas Husen menutup pembicaraan.
Reses kali ini menyisakan tumpukan harapan yang harus segera dikonversi menjadi kebijakan nyata.