Sulawesitoday - Pagi itu, Boneoge tidak sedang bersolek. Kelurahan di pesisir Kabupaten Donggala itu menyambut tamu dengan apa adanya: atap yang mengelupas, dinding yang memohon perhatian, dan lorong-lorong sempit yang tahu persis betapa lama mereka telah diabaikan.
Vera Elena Laruni melangkah masuk. Bupati Donggala itu tidak datang dengan janji besar. Ia datang melihat.
Yang ia temukan, ternyata lebih besar dari yang ia bayangkan.
Di Kabupaten Donggala, ada sekitar 4000 rumah tangga yang belum memiliki tempat tinggal layak. Empat ribu keluarga. Empat ribu malam yang dihabiskan di bawah atap yang tidak seharusnya disebut atap.
Dari Jakarta, bantuan datang. Namanya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya — BSPS. Jumlahnya 200 unit.
Dua ratus.
Dari empat ribu.
Baca Juga: Viral Koperasi Terpencil di Lereng Gunung Prau, Ternyata Ini Strategi Kades Kediten
Kamis, 23 April 2025. Vera berdiri di tengah permukiman kumuh Boneoge. Di sekelilingnya, fakta berbicara lebih keras dari pidato mana pun.
"Kurang lebih ada sekitar 4.000 lebih rumah tangga yang belum memiliki rumah layak," kata Vera.
Ia bukan sedang membaca data dari meja rapat. Ia sedang melihat langsung. Dan itulah yang membuat angka itu terasa berbeda.
Dari 200 unit BSPS yang tersedia, sebanyak 53 diprioritaskan untuk Boneoge. Sisanya tersebar ke wilayah-wilayah lain yang juga menunggu, juga sabar, juga berharap giliran tiba sebelum atap mereka menyerah lebih dulu.
Vera tidak menutupi keterkejutannya.
Baca Juga: Viral Curhat Pelamar Kerja Ditolak Akibat Jerawat, Standar Paras Kalahkan Kompetensi?
Artikel Terkait
Antre Wisuda Sampai November, Muhammad Ajrun Segera Sah Sandang Gelar Sarjana di Unsulbar
Korban Banjir Toribulu Dua Tahun Menunggu Atap
Dua PPK, Satu Kontrak dan Denda Rp459 Juta Juga Ikut Berubah
Viral Koperasi Terpencil di Lereng Gunung Prau, Ternyata Ini Strategi Kades Kediten
Viral Curhat Pelamar Kerja Ditolak Akibat Jerawat, Standar Paras Kalahkan Kompetensi?