Boneoge masih berdiri apa adanya ketika Vera meninggalkan kelurahan itu.
Tiga ribu delapan ratus keluarga lainnya juga masih menunggu. Bukan menunggu dengan putus asa — tapi menunggu dengan penghitungan sederhana: kapan giliran saya tiba?
Dua ratus dari empat ribu.
Lima persen.
Program ini adalah langkah. Pertanyaannya bukan apakah langkah itu nyata — tapi seberapa panjang jalan yang harus ditempuh, dan apakah langkahnya akan dipercepat sebelum rumah-rumah itu tidak lagi bisa menunggu.
Atap yang lapuk tidak kenal anggaran berikutnya.
Artikel Terkait
Antre Wisuda Sampai November, Muhammad Ajrun Segera Sah Sandang Gelar Sarjana di Unsulbar
Korban Banjir Toribulu Dua Tahun Menunggu Atap
Dua PPK, Satu Kontrak dan Denda Rp459 Juta Juga Ikut Berubah
Viral Koperasi Terpencil di Lereng Gunung Prau, Ternyata Ini Strategi Kades Kediten
Viral Curhat Pelamar Kerja Ditolak Akibat Jerawat, Standar Paras Kalahkan Kompetensi?