Sulawesitoday - Balai Desa Anutapura mendadak riuh pada Minggu sore, 26 April 2026. Puluhan warga berkumpul menumpahkan keluh kesah di hadapan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Parigi Moutong, H. Mastullah.
Agenda reses masa persidangan tahun 2026 ini berubah menjadi panggung tuntutan. Warga mendesak perbaikan infrastuktur jalan yang kini kondisinya kian memprihatinkan.
Bukan hanya soal aspal, urusan perut juga mengemuka dalam pertemuan tersebut. Mantan Kepala Desa Anutapura, Isnaini, meminta pemerintah tidak hanya terpaku pada program cetak sawah.
Baca Juga: The Power of Emak-emak di Reses Feiny Kairupan, Perjuangkan Ketahanan Ekonomi Keluarga
"Pemerintah harus bisa mengusahakan pembukaan kebun untuk masyarakat," ujar Isnaini dengan nada tegas. Menurutnya, potensi perkebunan adalah tulang punggung hidup warga yang sering kali terlupakan.
Suasana diskusi yang hangat itu tak berhenti di dalam ruangan saja. Mastullah memilih beranjak dari kursi empuknya untuk melihat langsung kondisi lapangan.
Politikus PDI-P ini menyisir beberapa titik jalan yang dikeluhkan warga secara door-to-door. Langkah ini diambil guna memastikan validitas laporan masyarakat mengenai fasilitas publik yang terbengkalai.
Mastullah mencatat satu per satu aspirasi yang masuk ke kantongnya. Mulai dari bantuan rumah ibadah hingga skema pemberdayaan ekonomi untuk ibu rumah tangga.
Baca Juga: Anleg Ahmad Dg Mabela Gandeng Wabup Parigi Moutong Serap Aspirasi Warga di Desa Toribulu
"Tanggung jawab saya adalah memastikan infrastruktur di wilayah kita layak," ujar Mastullah saat meninjau lokasi. Ia berjanji akan membawa temuan ini kedalam rapat prioritas bersama dinas terkait.
Kini beban harapan warga Bolano Lambunu berada di pundak sang legislator. Mereka menanti realisasi, bukan sekadar janji manis yang menguap setelah masa reses usai.
Intervensi anggaran diharapkan segera turun untuk memperbaiki urat nadi ekonomi desa. "Saya melihat langsung kondisi di lapangan, dan ini akan menjadi prioritas pembahasan kami," pungkasnya.