Sulawesitoday - Kantor Desa Toribulu mendadak riuh oleh deru aspirasi pada Sabtu siang lalu. Ketua Komisi II DPRD Parigi Moutong, Ahmad Dg. Mabela, tak datang sendiri menjumpai konstituennya.
Politikus Gerindra itu menggandeng Wakil Bupati Parigi Moutong untuk duduk melantai bersama warga. Sinergi ini menjadi sinyal kuat bahwa keluhan warga tak sekadar masuk kantong reses, tapi langsung ke meja eksekusi.
Masyarakat Desa Toribulu tampak tak menyia-nyiakan momentum langka tersebut. Mereka merangsek dengan sederet daftar permintaan mulai dari bibit durian hingga bantuan perahu.
Baca Juga: Gaji Aparat Desa dan Guru PPPK di Sigenti Macet, Legislator Moh Fadli Desak Pemda Parigi Moutong
Sektor pertanian menjadi isu paling panas yang dibedah dalam pertemuan itu. Para petani mendesak pengadaan mesin combine harvester merk Kubota untuk memangkas biaya panen yang mencekik.
"Kami butuh alat modern agar hasil sawah tidak habis di ongkos kerja," ujar salah satu warga di tengah diskusi. Selain mesin, bibit kakao dan benih padi unggul juga menjadi daftar belanja yang dititipkan warga.
Ahmad Dg. Mabela terlihat sibuk mencatat tiap poin yang terlontar dari mulut warga. Baginya, urusan perut petani dan nelayan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar lagi.
Para nelayan pun tak mau ketinggalan menyuarakan kegelisahan mereka di pesisir. Mereka meminta bantuan perahu dan mesin penggerak 9 PK agar bisa melaut lebih jauh.
Tanpa sarana yang mumpuni, hasil tangkapan nelayan Toribulu sulit bersaing di pasar lokal. Mabela berjanji akan mengawal anggaran ini dalam rapat-rapat komisi di parlemen nanti.
"Seluruh aspirasi, mulai dari perahu hingga mesin combine, telah kami catat dengan seksama," tegas Mabela dengan nada optimis. Ia memastikan intervensi anggaran akan diarahkan pada sektor produktif masyarakat.
Di sisi lain, Wakil Bupati memanfaatkan forum ini untuk bicara soal masa depan pemuda. Program kuliah gratis bagi putra-putri daerah menjadi angin segar bagi orang tua yang kesulitan biaya.
Wabup juga menyoroti masalah darurat narkoba dan miras yang mulai merambah ke desa-desa. Estetika bahu jalan juga tak luput dari imbauan agar warga tetap menjaga kebersihan lingkungan.
Pertemuan di Dapil II ini setidaknya memberikan harapan baru bagi warga di pesisir dan kaki gunung. Reses kali ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggung janji antara wakil rakyat dan penguasa daerah.
Artikel Terkait
Reses Anleg H. Sami Janji Kawal Dana Pokir untuk Rehab Masjid dan Petani
Tagih Janji Proposal, Warga Sigenti Barat Desak Anleg Husen Mardjengi Bantuan Bibit Durian dan Ambulans Desa
Gaji Aparat Desa dan Guru PPPK di Sigenti Macet, Legislator Moh Fadli Desak Pemda Parigi Moutong
Misi Wamen HAM di Majene, Perkuat Kepatuhan Bisnis dan Kesadaran HAM di Lingkungan Kampus
Banjir Terjang Bolano Lambunu, Jembatan Putus dan Puluhan Rumah Terendam