• Senin, 22 Juni 2026

Banjir Terjang Bolano Lambunu, Jembatan Putus dan Puluhan Rumah Terendam

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Senin, 27 April 2026 | 11:06 WIB
Banjir bandang di Desa Bukit Makmur, Parigi Moutong, memutus jembatan penghubung Dusun VI. 28 KK terdampak dan warga butuh perbaikan tanggul.
Banjir bandang di Desa Bukit Makmur, Parigi Moutong, memutus jembatan penghubung Dusun VI. 28 KK terdampak dan warga butuh perbaikan tanggul.

Sulawesitoday - Langit Desa Bukit Makmur mendadak tumpah pada Minggu siang 26 April 2026. Hanya dalam hitungan jam, luapan sungai mengubah jalanan dusun menjadi aliran cokelat yang beringas.

Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir bandang di Kecamatan Bolano Lambunu sekitar pukul 14.00 WITA. Air meluap dari palung sungai, mengepung pemukiman warga di Dusun VI dengan cepat.

Setidaknya 28 kepala keluarga terpaksa berjibaku menyelamatkan harta benda saat air mulai masuk ke dalam rumah.

Baca Juga: BPBD Parigi Moutong Bekali Nelayan Bantaya Teknik SAR dan Pantau Cuaca BMKG

"Air naik sangat cepat sampai kami tidak sempat bersiap," sebut laporan resmi BPBD Parigi Moutong.

Meski kini air dilaporkan telah surut sepenuhnya, sisa kehancuran masih tertinggal jelas di sana. Sebuah jembatan penghubung di Dusun VI dilaporkan putus total diterjang derasnya arus.

Infrastuktur vital tersebut kini tak lagi bisa dilintasi, memutus urat nadi aktifitas warga setempat. Selain jembatan, satu unit masjid di desa tersebut juga sempat terendam material lumpur.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong bergerak cepat melakukan kaji cepat ke lokasi. Koordinasi dengan aparat desa dilakukan untuk memetakan kebutuhan mendesak para korban terdampak.

Warga kini sangat mengharapkan adanya perbaikan tanggul sungai atau pemasangan bronjong di titik rawan. Langkah ini dianggap mendesak guna mengantisipasi banjir susulan jika cuaca buruk kembali melanda.

Baca Juga: Bukan Pesta Biasa, Siswa SD di Parigi Moutong Serbu Kantor BPBD Demi Belajar Selamat

Relawan TRC Desa Bukit Makmur bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan sisa material banjir di area pasilitas umum. Semangat gotong royong nampak kontras di tengah lumpuhnya akses jembatan yang terputus.

Pusdalops BPBD Sulteng mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam petaka minggu sore tersebut. Namun, kerugian infrastruktur ditaksir cukup menganggu roda ekonomi di desa transmigrasi ini.

Saat ini, fokus utama otoritas setempat adalah memulihkan akses transportasi bagi warga yang terisolir. Pemerintah daerah diharapkan segera menurunkan bantuan alat berat untuk penanganan darurat jembatan.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini