Sulawesitoday - Parigi Moutong itu rawan. Titik. BNPB tahu itu. Maka, Senin, kiriman penting datang dari Jakarta. Bukan surat cinta, tapi perahu karet dan gergaji mesin.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB tidak mau ambil risiko. Mereka melihat data: frekuensi bencana di Parigi Moutong sudah masuk zona merah. Terlalu tinggi untuk dibiarkan bertarung sendirian. Itulah alasan bantuan senilai Rp 184 juta lebih diguyur ke sana.
Isinya macam-macam. Ada tenda pengungsi yang lebar, paket sembako buat perut yang lapar, sampai chain saw. Gergaji mesin ini penting. Kalau pohon tumbang menutup jalan saat evakuasi, siapa yang mau menunggu kapak manual?
"Bantuan ini untuk memperkuat respons cepat kita di lapangan," keterangan di akun medsos official BPBD Parigi Moutong, Senin (13/4).
Nilai persisnya Rp 184.688.000. Angka yang cukup detil. Di dalamnya termasuk satu unit perahu karet lengkap dengan mesinnya. Ini barang vital. Parigi Moutong punya wilayah yang kalau sudah urusan air, tidak bisa diajak kompromi.
Pihak BPBD Parigi Moutong pun sumringah. Tapi juga sadar diri. Bantuan ini adalah amanah.
"Kami akan pastikan perawatannya. Jangan sampai pas mau dipakai, mesin perahunya justru mogok," tambahnya.
Memang begitu seharusnya. Barang bantuan sering kali rusak bukan karena dipakai, tapi karena hanya jadi pajangan di gudang.
Total ada 100 paket sembako yang ikut mendarat. Sedikit? Mungkin. Tapi dalam kondisi darurat, satu bungkus mi instan bisa terasa lebih berharga daripada sekarung berlian.
Kini, bola ada di tangan BPBD setempat. Alat sudah punya. Logistik sudah masuk. Tinggal bagaimana manusia-manusia di dalamnya mengoprasikan itu semua dengan hati.
Bagi warga yang melihat tanda-tanda alam mulai tidak bersahabat, jangan diam saja. Segera lapor. Bisa lewat Call Center 117 atau WhatsApp ke 0811 4180 117. Kalau mau lebih canggih, ada aplikasi SIBIMO di Play Store.
Zaman sudah maju, penanganan bencana tidak boleh kuno.
Rumah Ludes Akibat Korsleting, BPBD Parigi Moutong Gerak Cepat Bantu Warga Tinombo
Artikel Terkait
Kisah Haru Pria Disabilitas Berbagi Sembako, Satu Egrang untuk Kebaikan Sesama
Drama di Pasar Masomba Kota Palu, Diduga Maling Motor Diikat di Tiang - Ternyata ODGJ Putus Obat?
Bahlil Lahadalia dan Cerita "Muka Elpiji" di Tengah Krisis Energi Global
Lobi Sekolah Rakyat, Cara Bupati Erwin Burase Putus Rantai Kemiskinan di Parigi Moutong
Mewakili Menteri Hukum di HUT Sulteng, Rakhmat Renaldy Dorong UMKM Melek Hak Kekayaan Intelektual