• Selasa, 21 Juli 2026

Lobi Sekolah Rakyat, Cara Bupati Erwin Burase Putus Rantai Kemiskinan di Parigi Moutong

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Senin, 13 April 2026 | 12:22 WIB
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase tagih kepastian Sekolah Rakyat ke Kemensos. Masuk Tahap III nasional, target pengumuman penetapan resmi Mei 2026 ini.
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase tagih kepastian Sekolah Rakyat ke Kemensos. Masuk Tahap III nasional, target pengumuman penetapan resmi Mei 2026 ini.

Sulawesitoday - Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, tidak mau hanya duduk manis menunggu surat dari Jakarta. Dia tahu benar: nasib kemiskinan di daerahnya taruhannya adalah pendidikan. Maka, hari Rabu itu, ia memboyong rombongan ke Jalan Salemba Raya Nomor 28. Menagih janji soal Sekolah Rakyat.

Gaya lobi Erwin lugas. Khas orang daerah yang ingin cepat beres. Ia datang bukan untuk basa-basi protokoler. Ia ingin kepastian. "Kami mempertanyakan sejauh mana perkembangan usulan ini. Sekolah Rakyat sangat kami butuhkan," tegasnya di depan pejabat Kementerian Sosial.

Bagi Erwin, sekolah ini bukan sekadar gedung. Ini adalah mesin pemutus rantai kemiskinan. Investasi jangka panjang. Kalau anak miskin tidak sekolah, ya tetap miskin. Lingkaran setan itu harus diputus dengan pendidikan bermutu yang gratis tis.

Beruntung, angin segar berhembus dari ruang pertemuan. Adalah Ahmad Juhari, Wakil Ketua II Sekber Sekolah Rakyat Kemensos, yang menyambut mereka. Kabarnya melegakan: Parigi Moutong dinyatakan lolos verifikasi administrasi.

Ternyata tidak mudah untuk lolos. Di Sulawesi Tengah, hanya ada empat kabupaten yang "beruntung". Selain Parigi Moutong, ada Sigi, Tojo Una-Una, dan Buol. Sisanya? Mungkin harus bersabar lagi. Atau mungkin administrasinya belum rapi.

Parigi Moutong kini masuk dalam Tahap III. Masuk dalam daftar 120 daerah di Indonesia yang bakal punya Sekolah Rakyat. Progresnya sudah di ujung jalan.

"Saat ini statusnya tinggal menunggu penetapan resmi dari Menteri Sosial RI," ujar Ahmad. Pengumumanya dijadwalkan antara April hingga Mei 2026 ini.

Artinya, tinggal selangkah lagi. Tinggal menunggu tanda tangan basah sang Menteri.

Erwin tidak sendirian di Jakarta. Ia membawa "pasukan" lengkap. Ada Ketua Komisi I DPRD Mohamad Irfain, hingga jajaran Dinas Sosial. Kompak. Menunjukkan bahwa urusan perut dan otak rakyat Parigi Moutong adalah prioritas bersama.

Kini, bola ada di Jakarta. Rakyat di Parimo hanya perlu bersabar sedikit lagi. Semoga saja pengumuman di bulan Mei nanti tidak meleset. Sebab, sekolah adalah satu-satunya tangga bagi si miskin untuk naik kasta secara bermartabat.

Investasi terbaik memang bukan aspal, tapi otak manusia. Dan Erwin sedang mencoba membangun pondasi itu. Kita tunggu saja, apakah Sekolah Rakyat ini benar-benar bisa segera dibangun atau justru tertahan di laci birokrasi yang berbelit.

Sekolah Rakyat: Mengapa Kemensos Tak Mau Percaya 100 Persen pada Data untuk Menolong Anak Miskin?

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini