Sulawesitoday - Pasar Masomba Sabtu 11 April 2026 pecah. Bukan karena diskon sembako, tapi karena seorang pria yang mendadak jadi tumpuan amarah. Pukul tujuh malam lewat sedikit, sebuah siaran langsung di Facebook milik akun Syamsuri Satria mendadak viral. Isinya bikin elus dada: seorang pria terikat kaku di tiang baja area pasar.
Warga mengepung. Kabarnya, pria itu tertangkap tangan mencuri motor. Di zaman susah begini, isu pencurian memang sensitif. Sekali teriak "maling", nyawa bisa jadi taruhannya.
Gaya main hakim sendiri ini sebenarnya lagu lama. Tapi ada yang berbeda kali ini. Di tengah kerumunan yang memanas, masih ada suara-suara jernih yang mengingatkan. "Jangan berlebihan, serahkan saja ke polisi," teriak salah satu warga di lokasi kejadian.
Namun, netizen di kolom komentar justru menyodorkan fakta yang bikin nyesek. Di tengah caci maki, akun UP Gaming House dan Anin Dya melempar info penting. Katanya, pria yang diikat itu punya riwayat gangguan kesehatan. Kabarnya lagi, dia sedang tidak minum obat.
Kalau benar begitu, ini ironi. Seorang yang jiwanya sedang sakit, diikat di tiang baja layaknya penjahat kelas kakap.
"Kita ini negara hukum, serahkan ke aparat," tegas Moh Faisal Abdi, salah satu warganet yang ikut memantau drama tersebut. Komentar ini seolah mewakili akal sehat yang seringkali kalah oleh emosi sesaat di lapangan.
Memang, keamanan lingkungan itu harga mati. Warga sudah jengah dengan aksi pencurian. Tapi melihat pria yang diduga depresi atau gangguan jiwa diperlakukan demikian, rasa empati pun menyeruak. Muncul harapan agar penanganan kasus ini lebih manusiawi. Apalagi kalau benar si pelaku memang tidak sadar dengan apa yang diperbuatnya kerna kondisi medis.
Kini bola panas ada di tangan aparat. Warga Masomba dan netizen Palu menunggu. Apakah hukum akan tegak lurus, atau kemanusian yang akan dikedepankan jika memang benar pelakunnya adalah orang sakit?
Satu yang pasti, mengikat manusia di tiang baja bukanlah cara kita beradab. Kejadian ini harus jadi pelajaran agar masyarakat tidak cepat "gelap mata". Keamanan itu penting, tapi kewarasan sosial jauh lebih mahal harganya.
Kisah Haru Pria Disabilitas Berbagi Sembako, Satu Egrang untuk Kebaikan Sesama
Artikel Terkait
Anak Tak Terlindas, Ini Fakta di Balik Video Viral Ibu Peluk Ban Mobil SPPG Indramayu
Kisah Heroik Guru di Majene, Sisihkan Gaji Setiap Bulan Jadi Donatur Transportasi Murid
KM Sabuk Nusantara 93 Angkut 308 Penumpang, Polres Majene Perketat Keamanan Pelabuhan
Bahlil Heran Harga BBM Tidak Naik Tetap Diprotes, Ini Cocok Hidup di Alam Mana?
Kisah Haru Pria Disabilitas Berbagi Sembako, Satu Egrang untuk Kebaikan Sesama