• Selasa, 21 Juli 2026

Kisah Haru Pria Disabilitas Berbagi Sembako, Satu Egrang untuk Kebaikan Sesama

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 12 April 2026 | 15:58 WIB
Kisah inspiratif pria disabilitas tanpa orang tua yang tetap semangat berbagi sembako meski hanya dengan satu egrang. Bukti nyata syukur itu melampaui fisik.
Kisah inspiratif pria disabilitas tanpa orang tua yang tetap semangat berbagi sembako meski hanya dengan satu egrang. Bukti nyata syukur itu melampaui fisik.

Sulawesitoday - Ia punya alasan untuk menyerah. Alasan yang sangat sah. Fisiknya tak utuh. Kedua orang tuanya pun entah di mana. Tapi pria ini memilih jalan yang sunyi: berbagi.

Namanya mungkin tak masuk daftar orang terkaya. Tapi di akun TikTok disabilitasbangkit, ia tampak lebih kaya dari kita semua. Pria itu menyalurkan makanan. Juga sembako. Ia berjalan bukan dengan dua kaki. Hanya satu egrang di sebelah kiri.

"Tujuh puluh tujuh kali saya ditanya sebelum dilahirkan," tulisnya. Kalimat itu menghentak. Ia mengaku tetap minta dilahirkan. Meski tanpa dukungan orang tua. Meski dengan keterbatasan fisik yang nyata.

Itu pilihan yang berat. Luar biasa berat.

Bayangkan. Berjalan dengan satu egrang saja sudah payah. Apalagi sambil membawa beban sembako untuk orang lain. Tapi ia melakukannya. Konsisten.

Warganet pun luluh. Air mata digital tumpah di kolom komentar. Mereka kagum. Kok bisa? Orang yang seharusnya dibantu justru sibuk membantu.

Pria itu tidak merasa hebat. Ia justru berterima kasih. "Terima kasih banyak untuk kakak-kakak yang sudah menjadi donatur saya," katanya tulus. Ia mendoakan para donatur agar panjang umur. Selalu dikelilingi hal-hal baik.

Dunia memang sedang tidak baik-baik saja. Tapi melihat aksi pria ini, kita sadar: kebaikan tidak butuh kaki yang lengkap. Ia hanya butuh hati yang lapang.

Mungkin kita yang fisik-nya utuh ini harus malu. Malu pada semangatnya. Malu pada rasa syukurnya. Ternyata, keterbatasan itu hanya ada di pikiran. Bukan di badan.

Pria itu sudah membuktikanya. Dengan satu egrang, ia melompat melampaui ego manusia pada umumnya.

Kisah Heroik Guru di Majene, Sisihkan Gaji Setiap Bulan Jadi Donatur Transportasi Murid

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini