• Selasa, 21 Juli 2026

BPBD Kepung Banjir Moutong: Alat Berat Turun, Tanggul Tuladengi Langsung Ditambal Permanen

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 5 April 2026 | 12:17 WIB
BPBD bergerak cepat tangani banjir di Moutong dan Taopa. Alat berat dikerahkan perbaiki tanggul jebol Sungai Tuladengi dan jembatan rusak di Desa Tompo.
BPBD bergerak cepat tangani banjir di Moutong dan Taopa. Alat berat dikerahkan perbaiki tanggul jebol Sungai Tuladengi dan jembatan rusak di Desa Tompo.

Sulawesitoday - Sungai itu mengamuk lagi. Jumat sore kemarin, langit di atas Kecamatan Moutong dan Taopa seperti tumpah. Tak sanggup menampung air, Sungai Tuladengi pun menyerah. Tanggulnya jebol. Air melompat ke pemukiman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tak mau menunggu air surut untuk bekerja. Strateginya jelas: kepung titik jebol. Sejak Minggu (5/4), deretan geobag, sandbag, hingga bronjong mulai dikirim ke garis depan.

"Alat berat sudah di lokasi. Fokus kita adalah menutup tanggul yang jebol dan memperbaiki alur sungai secepat mungkin," ujar salah satu personel tim reaksi cepat di lapangan.

Data di meja redaksi menunjukkan kerusakan yang tidak main-main. Di Desa Pande, satu tanggul robek. Di Pandelalap lebih parah: tiga titik. Desa Tompo setali tiga uang; satu tanggul hancur dan satu jembatan kantong produksi—urat nadi ekonomi warga—rusak berat.

Gaya penanganan kali ini memang berbeda. Tidak sekadar menambal. Di Desa Gio Barat, tim memutuskan melakukan pelurusan alur sungai. Logikanya sederhana: kalau jalannya lurus, air tak akan menghantam dinding sungai terlalu keras.

Yang menarik adalah penanganan di Moutong Utara. BPBD tak ingin hanya memberi plester pada luka yang dalam. Mereka merancang perbaikan permanen pada sistem drainase. Kabarnya, mekanisme pergeseran anggaran sudah disiapkan agar OPD teknis bisa segera bergerak. Itulah birokrasi kalau mau cepat: geser anggarannya, kerjakan fisiknya.

Di lapangan, pemandangan terlihat padu. Tak ada sekat antara seragam loreng TNI, cokelat Polri, hingga kaus oblong warga desa. Mereka bahu-membahu di bawah komando TRC BPBD.

Bagi warga yang masih merasa terancam atau ingin melapor, pintu komunikasi dibuka lebar. Ada nomor cantik 117 atau WhatsApp ke 0811 4180 117. Bahkan, bagi kaum milenial desa, aplikasi SIBIMO sudah tersedia di Play Store.

Bencana memang tak bisa ditolak, tapi kecepatan merespons adalah pilihan. Dan kali ini, Moutong memilih untuk tidak menyerah pada nasib.

Tujuh Desa Dihantam Banjir, Ratusan Keluarga di Moutong dan Taopa Terdampak

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini