Sulawesitoday - Isu kenaikan BBM itu seperti hantu. Tidak terlihat, tapi bikin merinding. Sebelum hantu itu berubah jadi kepanikan massal, Bupati Majene Achmad Syukri memilih bertindak cepat: memasang pagar.
Senjata hukumnya jelas: Surat Edaran Bupati Nomor B.500.10.6/487/IV/2026. Isinya tegas, tidak pakai koma yang berbelit. Dilarang menimbun. Dilarang memainkan harga.
"Pengawasan kita perketat. Kami ingin memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadi," ujar Achmad Syukri, Jumat 3 April 2026. Kalimatnya pendek, tapi pesannya dalam.
Strateginya pun tidak main-main. Bukan sekadar rapat di balik meja. Tim lintas sektor dikerahkan. Ada Asisten Ekbang, Dinas Koperindag, hingga Bagian SDA. Mereka diperintahkan turun ke lapangan. Melototi setiap tetes BBM yang keluar dari nosel SPBU.
Logikanya sederhana: jika pengawasan bolong, spekulan masuk. Kalau spekulan masuk, rakyat yang antre panjang.
Bupati tahu betul celah kebocoran ada di mana. Maka, urusan BBM subsidi tidak hanya jadi beban satu dinas. Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Pertanian ditarik masuk. Tugasnya spesifik: menjaga agar solar dan pertalite tidak "nyasar" ke tangan yang salah, melainkan benar-benar sampai ke tangki perahu nelayan dan traktor petani.
Di lapangan, aturan jerigen diperketat. Tidak boleh ada lagi jerigen "siluman" yang dilayani SPBU tanpa surat rekomendasi resmi. Pengelola SPBU sudah diperingatkan: jual sesuai harga resmi atau siap-siap menerima sanksi.
Anehnya, kegaduhan ini seringkali berawal dari jempol di media sosial. Hoaks kenaikan harga kerap lebih cepat sampai ke warga daripada fakta sebenarnya.
Menyadari hal itu, Dinas Kominfo diminta bekerja ekstra. Informasi resmi disebar hingga ke level desa dan kecamatan. Bahkan, mimbar-mimbar rumah ibadah pun ikut digunakan untuk menyuarakan ketenangan.
Faktanya memang sederhana. "Stok BBM di Majene dalam kondisi aman. Kami harap masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya," tegas Bupati lagi.
Hingga saat ini, Jakarta memang belum mengetuk palu kenaikan harga. Tapi di daerah, antisipasi adalah segalanya. Majene memilih tidak mau kecolongan.
Kini bola ada di tangan masyarakat. Pemkab meminta warga tidak diam jika mencium bau tak sedap dalam distribusi BBM. Laporkan. Sebab, sistem pengawasan terbaik bukan hanya lewat tim resmi, melainkan lewat ribuan mata warga yang peduli pada isi dompetnya sendiri.
Prinsipnya satu: distribusi lancar, rakyat tenang, ekonomi jalan. Tanpa drama.
Bukan Sekadar Tradisi, SD 6 Kampung Baru Majene Maknai Halal Bihalal Berbeda
Artikel Terkait
Lebaran Usai, Kerja Nyata Dimulai: Intip Strategi Bupati Majene Genjot Kinerja OPD
Bupati dan Wabup Majene Sidak Adminduk Pasca Lebaran: Pastikan Layanan Cepat serta Bebas Pungli
Pesona Pesisir Majene di Mata Juan Reza, Dari Stadion Prasamya Menatap Laut Biru
Resmi Dilantik Bupati Majene, 52 Wajah Baru BPD Siap Kawal Anggaran Desa
Bukan Sekadar Tradisi, SD 6 Kampung Baru Majene Maknai Halal Bihalal Berbeda