• Selasa, 21 Juli 2026

Bukan Sekadar Tradisi, SD 6 Kampung Baru Majene Maknai Halal Bihalal Berbeda

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Sabtu, 4 April 2026 | 14:11 WIB
Kepala SD 6 Kampung Baru Nurdina tegaskan halal bihalal bukan seremonial, tapi fondasi kekeluargaan warga sekolah Majene.
Kepala SD 6 Kampung Baru Nurdina tegaskan halal bihalal bukan seremonial, tapi fondasi kekeluargaan warga sekolah Majene.

Sulawesitoday - Satu per satu tangan terulur. Saling berjabat. Saling meminta maaf. Di halaman SD 6 Kampung Baru, Kelurahan Labuang Utara, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, suasana itu mengalir begitu hangat. Bukan sekadar seremoni. Bukan pula sekadar basa-basi.

Halal bihalal pasca-Idulfitri itu mempertemukan kepala sekolah, guru, staf, siswa, dan orang tua murid dalam satu momentum yang jarang terulang dua kali dalam setahun. Ramadan sudah pergi. Lebaran sudah berlalu. Tapi silaturahmi — justru baru dimulai.

Nurdina, S.Pd., kepala sekolah SD 6 Kampung Baru, tampil di depan warga sekolah dengan pesan yang sederhana tapi dalam. Ia tidak berbicara soal kurikulum. Tidak juga soal nilai ujian. Yang disampaikannya adalah soal fondasi — fondasi yang lebih penting dari tembok gedung sekolah mana pun.

"Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun suasana kekeluargaan yang harmonis antara guru, siswa, dan orang tua. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan positif,"

Begitu kata Nurdina. Tenang. Tapi mengena.

Acara berlangsung dengan agenda yang tidak njelimet. Ada tausiah singkat — cukup untuk mengingatkan makna Idulfitri yang sesungguhnya. Ada doa bersama. Lalu yang paling ditunggu: sesi salam-salaman. Anak-anak berbaris rapi, menyodorkan tangan mereka kepada para guru. Para orang tua pun tak mau ketinggalan.

Para siswa terlihat antusias — bukan karena dipaksa. Tapi karena suasana yang diciptakan memang menyenangkan. Wajah-wajah ceria itu berbicara lebih keras dari pidato mana pun.

Halal bihalal memang bukan tradisi baru. Tapi di tangan SD 6 Kampung Baru, ia dimaknai lebih dari sekadar seremonial tahunan. Ia menjadi sarana menanamkan nilai kepada anak-anak — bahwa saling memaafkan itu kuat, bukan lemah. Bahwa kebersamaan itu produktif, bukan membuang waktu.

Tahun ajaran baru segera dimulai. Semangat baru sudah dinyalakan. Dan fondasi itu — yang dibangun lewat jabat tangan dan senyum tulus di halaman sekolah — mudah-mudahan cukup kuat untuk menopang satu tahun penuh proses belajar dan tumbuh bersama.

Resmi Dilantik Bupati Majene, 52 Wajah Baru BPD Siap Kawal Anggaran Desa

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini