Sulawesitoday - Harga LPG 3 kilogram lagi-lagi jadi urusan pelik. Ada yang jual di atas HET. Ada juga yang distribusinya tidak keruan. Intinya: rakyat kecil yang susah.
Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong rupanya tidak mau tinggal diam. Mereka memilih buka-bukaan. Saluran pengaduan kini dibuka lebar. Siapa saja yang menemukan praktik curang dalam penjualan "Si Melon", silakan melapor.
“Publik sudah bisa menyampaikan pengaduannya melalui link yang disiapkan Dinas Kominfo,” ujar Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Parigi Moutong, Aswini Dimple, beberapa waktu lalu.
Langkah ini bukan sekadar formalitas. Pemda ingin memastikan subsidi jatuh ke tangan yang tepat. Aturannya pun sudah diperketat. Surat Edaran (SE) Bupati sudah terbit. Isinya detail: cara dapat gas, aturan pangkalan, hingga siapa saja yang berhak menenteng tabung hijau itu.
Aswini menegaskan, aturan itu sudah sangat gamblang. Tidak perlu tafsir macam-macam. Maka, Camat dan Kepala Desa kini dapat tugas tambahan. Mereka diminta jadi "corong" sosialisasi.
“Sosialisasikan di tempat keramaian, misalnya di pesta atau perkumpulan masyarakat,” kata Aswini.
Targetnya jelas. Yakni masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Alias warga miskin. Itulah pemilik sah subsidi gas. Di luar itu? Seharusnya malu pakai barang subsidi.
Pekan lalu, tim bahkan sudah turun gunung. Wakil Bupati ikut serta. Pangkalan dipantau. Pengecer diperiksa. Wartawan pun diajak melihat langsung fakta di lapangan. Hasilnya? Kecamatan Parigi ternyata menjadi juara dalam hal jumlah pengaduan.
“Informasi yang paling banyak pengaduan memang dari Parigi, walaupun ada juga dari kecamatan lain,” ungkapnya.
Kini, bola ada di tangan publik. Mau diam melihat kecurangan, atau lapor agar distribusi lebih benar.
Misbakhun Ingatkan Menkeu, Jangan Lewati Batas Kewenangan Soal Subsidi LPG
Artikel Terkait
Target 2027, Parigi Moutong Fokus Babat Stunting dan Kemiskinan Lewat Posyandu Plus Plus
Perampok BRI Link Veteran Palu Tertangkap, Nekat Beraksi Demi Biaya Berobat Keluarga
Rahasia Gizi Pemain Belanda di Timnas Indonesia, Begini Kata Kepala Badan Gizi Nasional
Aturan Baru Kemendagri, ASN WFH di Parigi Moutong Wajib Standby dan Dilarang Tinggalkan Domisili
Sungai Meluap di Moutong dan Taopa, BPBD Catat Lima Desa Terendam - Puluhan Balita dan Lansia Dievakuasi