• Selasa, 21 Juli 2026

Target Akses Terpencil, Parigi Moutong Pacu Program "Lancar Bersama" Lewat Swakelola

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Sabtu, 4 April 2026 | 11:42 WIB
Pemda Parigi Moutong percepat program "Lancar Bersama" lewat sistem swakelola untuk buka akses desa terpencil, distribusi tani, dan ekonomi masyarakat.
Pemda Parigi Moutong percepat program "Lancar Bersama" lewat sistem swakelola untuk buka akses desa terpencil, distribusi tani, dan ekonomi masyarakat.

Sulawesitoday - Jalan adalah urat nadi. Tanpa jalan, ekonomi tersumbat. Pelayanan pemerintah pun mampet. Itulah yang kini tengah diperjuangkan di Parigi Moutong (Parimo).

Namanya mentereng: Program "Lancar Bersama". Targetnya tidak main-main. Membuka akses jalan antar-desa dan menembus wilayah-wilayah yang selama ini terisolasi. Ini bukan sekadar proyek aspal, tapi langkah strategis untuk memeratakan pembangunan di seluruh pelosok kecamatan.

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, sangat memahami realita di lapangan. Masih banyak kantong-kantong wilayah yang sulit dijangkau. Maka, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah diperketat. Fokusnya satu: alat berat.

"Kami minta dukungan alat berat dari provinsi maupun pusat," ujar Irwan.

Mengapa alat berat begitu krusial? Karena tanpa itu, pembukaan lahan di medan Parimo yang menantang akan berjalan di tempat. Rencananya pun spesifik. Begitu alat tiba, pengelolaan tidak diserahkan ke pihak ketiga, melainkan lewat sistem swakelola.

Efektivitas adalah kuncinya. Dengan swakelola, Pemda punya kendali penuh. Bisa langsung menggeser alat ke titik yang paling mendesak. Tidak perlu menunggu prosedur birokrasi yang berbelit dengan kontraktor.

"Nantinya akan dikelola secara swakelola agar lebih efektif," tegasnya.

Tujuannya jelas. Jika konektivitas antar-wilayah sudah mapan, mobilitas warga akan melonjak. Petani tidak lagi pusing memikirkan bagaimana membawa hasil bumi ke pasar. Distribusi lancar, ongkos angkut turun, ekonomi bergerak.

Akses yang terbuka juga berarti negara hadir. Petugas kesehatan dan pendidikan bisa menjangkau warga di ujung gunung sekalipun.

“Dengan terbukanya akses antar desa dan wilayah terpencil, diharapkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat meningkat dan pelayanan dasar pemerintah juga bisa dirasakan secara merata,” tambah Irwan.

Lewat "Lancar Bersama", Parimo ingin membuktikan bahwa wilayah terpencil bukan berarti harus tertinggal. Potensi ekonomi lokal hanya butuh satu kunci untuk meledak: jalan yang layak.

 LPG 3 Kg Curang? Lapor! Pemda Parigi Moutong Siapkan Saluran Aduan

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini