Sulawesitoday - Jalan adalah urat nadi. Tanpa jalan, ekonomi tersumbat. Pelayanan pemerintah pun mampet. Itulah yang kini tengah diperjuangkan di Parigi Moutong (Parimo).
Namanya mentereng: Program "Lancar Bersama". Targetnya tidak main-main. Membuka akses jalan antar-desa dan menembus wilayah-wilayah yang selama ini terisolasi. Ini bukan sekadar proyek aspal, tapi langkah strategis untuk memeratakan pembangunan di seluruh pelosok kecamatan.
Kepala Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, sangat memahami realita di lapangan. Masih banyak kantong-kantong wilayah yang sulit dijangkau. Maka, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah diperketat. Fokusnya satu: alat berat.
"Kami minta dukungan alat berat dari provinsi maupun pusat," ujar Irwan.
Mengapa alat berat begitu krusial? Karena tanpa itu, pembukaan lahan di medan Parimo yang menantang akan berjalan di tempat. Rencananya pun spesifik. Begitu alat tiba, pengelolaan tidak diserahkan ke pihak ketiga, melainkan lewat sistem swakelola.
Efektivitas adalah kuncinya. Dengan swakelola, Pemda punya kendali penuh. Bisa langsung menggeser alat ke titik yang paling mendesak. Tidak perlu menunggu prosedur birokrasi yang berbelit dengan kontraktor.
"Nantinya akan dikelola secara swakelola agar lebih efektif," tegasnya.
Tujuannya jelas. Jika konektivitas antar-wilayah sudah mapan, mobilitas warga akan melonjak. Petani tidak lagi pusing memikirkan bagaimana membawa hasil bumi ke pasar. Distribusi lancar, ongkos angkut turun, ekonomi bergerak.
Akses yang terbuka juga berarti negara hadir. Petugas kesehatan dan pendidikan bisa menjangkau warga di ujung gunung sekalipun.
“Dengan terbukanya akses antar desa dan wilayah terpencil, diharapkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat meningkat dan pelayanan dasar pemerintah juga bisa dirasakan secara merata,” tambah Irwan.
Lewat "Lancar Bersama", Parimo ingin membuktikan bahwa wilayah terpencil bukan berarti harus tertinggal. Potensi ekonomi lokal hanya butuh satu kunci untuk meledak: jalan yang layak.
LPG 3 Kg Curang? Lapor! Pemda Parigi Moutong Siapkan Saluran Aduan
Artikel Terkait
Perampok BRI Link Veteran Palu Tertangkap, Nekat Beraksi Demi Biaya Berobat Keluarga
Rahasia Gizi Pemain Belanda di Timnas Indonesia, Begini Kata Kepala Badan Gizi Nasional
Aturan Baru Kemendagri, ASN WFH di Parigi Moutong Wajib Standby dan Dilarang Tinggalkan Domisili
Sungai Meluap di Moutong dan Taopa, BPBD Catat Lima Desa Terendam - Puluhan Balita dan Lansia Dievakuasi
LPG 3 Kg Curang? Lapor! Pemda Parigi Moutong Siapkan Saluran Aduan