Sulawesitoday - Senin 30 Maret 2025, suasana kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Majene mendadak riuh. Bukan karena ada demo. Bukan pula karena ada pembagian sembako gratis.
Ini hari pertama kerja. Usai libur panjang Idulfitri. Biasanya, hari pertama begini masih diwarnai suasana santai. Masih ada sisa-sisa ketupat di pikiran. Tapi tidak bagi Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele dan Wakil Bupati, Andi Ritamariani Basharoe.
Keduanya muncul di sana. Melakukan inspeksi mendalam.
Targetnya jelas: memastikan mesin birokrasi tidak "dingin" setelah libur panjang. Apalagi, momen pascalebaran selalu identik dengan lonjakan pengurusan dokumen. Ada yang mau urus KTP baru, ada yang pindah datang, ada pula yang butuh akta kelahiran untuk syarat sekolah.
Bupati Syukri tampak tidak ingin hanya sekadar lewat. Ia masuk ke ruang-ruang pelayanan. Ia melihat bagaimana petugas menyapa warga. Ia menilik kecepatan proses administrasi. Fokusnya satu: reformasi pelayanan.
“Pelayanan kependudukan bukan hanya soal administrasi, tapi menyangkut hak dasar masyarakat. Karena itu, kualitas layanan harus terus ditingkatkan dan dijaga tanpa kompromi,” tegas Bupati di sela-sela peninjauan.
Pesan itu telak. Disdukcapil harus jadi garda depan. Harus profesional. Dan yang paling penting: harus bersih dari praktik pungutan liar. Transparansi biaya bukan lagi pilihan, tapi kewajiban.
Di sisi lain, Wakil Bupati Andi Ritamariani juga sibuk. Ia lebih banyak menyoroti soal sistem. Bagaimana alur antrean diatur agar warga tidak menumpuk. Inovasi teknologi pun disinggung. Jangan sampai masyarakat menunggu lama hanya untuk satu lembar kertas penting.
Keduanya tidak hanya bicara dengan pejabat. Warga yang sedang mengantre pun disapa. Ditanya. Apa kendalanya? Bagaimana pelayanannya? Masukan dari bawah itulah yang nantinya akan dikuliti dalam meja evaluasi.
Langkah ini adalah sinyal kuat. Bahwa transformasi birokrasi di Majene bukan sekadar jargon di atas kertas. Ada komitmen yang dijaga lewat pengawasan langsung.
Masyarakat butuh kepastian. Butuh kecepatan. Dan di hari pertama kerja ini, Disdukcapil Majene dipaksa untuk langsung tancap gas. Tanpa gigi mundur.
Lebaran Usai, Kerja Nyata Dimulai: Intip Strategi Bupati Majene Genjot Kinerja OPD
Artikel Terkait
Apple Suntik Mati Mac Pro! Mengapa Workstation Ikonik Ini Akhirnya Harus Menyerah?
Bukan Sekadar Gaya, Kacamata Pintar Ray-Ban Kini Sasar Pengguna Lensa Resep dan Silinder
ICCN Desak Reformasi Aturan, Jangan Nilai Karya Kreatif Pakai Kacamata Proyek Fisik!
Hanya 30 Persen! Aturan Ketat UU HKPD Paksa Pemda Efisiensi Belanja Pegawai Mulai Sekarang
Lebaran Usai, Kerja Nyata Dimulai: Intip Strategi Bupati Majene Genjot Kinerja OPD