Sulawesitoday - Sekitar pukul 17.00 WITA, Jumat 3 April 2026, banjir menerjang tujuh desa di dua kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah—Kecamatan Moutong dan Kecamatan Taopa.
Di Kecamatan Moutong, empat desa sekaligus tergenang: Desa Gio Barat, Desa Moutong Utara, Desa Pande, dan Desa Pandelalap. Di Kecamatan Taopa, tiga desa lain bernasib serupa: Desa Paria, Desa Tompo, dan Desa Sibatang. Semua karena hujan dengan intensitas tinggi yang mengisi sungai jauh melampaui kapasitasnya.
Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong menerima laporan pertama pukul 20.00 WITA malam itu. Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung bergerak—dari Kecamatan Moutong, dari Kecamatan Taopa, serta TRC BPBD Kabupaten—bersama aparat desa, Babinsa, dan relawan yang turun ke lapangan.
Ratusan Jiwa Terdampak, 7 KK Mengungsi
Angka-angkanya tidak kecil. Di Desa Gio Barat, 35 kepala keluarga (KK) terdampak—termasuk 20 balita, 10 lansia, dan satu penyandang disabilitas. Satu KK dengan 4 jiwa terpaksa mengungsi. Di Desa Pande, 95 jiwa terdampak, di antaranya 2 bayi dan 3 lansia. Dua KK dengan 8 jiwa harus meninggalkan rumah.
Di Desa Pandelalap, 80 KK tercatat terdampak. Empat KK mengungsi, termasuk satu balita dan satu lansia. Adapun di Desa Moutong Utara, dua dusun terkena dampak: Dusun 1 dengan 7 KK dan Dusun 3 dengan 60 KK.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Satu unit rumah di Desa Gio Barat mengalami kerusakan ringan. Namun kerusakan di fasilitas umum dan sektor pertanian jauh lebih serius.
"Tanggul jebol di tiga titik di Desa Pandelalap, satu titik di Desa Pande, dan dua titik di Desa Tompo. Jembatan kantong produksi di Desa Tompo pun rusak—plat betonnya jebol diterjang banjir."
— Laporan TRC BPBD Kabupaten Parigi Moutong
Sawit, Jagung, Kakao—Semua Terendam
Sektor pertanian menanggung kerugian berat. Di Desa Pandelalap, kebun sawit seluas 3 hektare terendam, kebun jagung dan cabai 1 hektare, dan kebun kelapa 5 hektare. Di Desa Pande, kondisinya lebih parah—kebun jagung sekitar 10 hektare dilaporkan rusak total, kebun kakao sekitar 15 hektare, dan kebun kelapa sawit sekitar 5 hektare ikut terdampak.
Kebun jagung yang rusak total itu bukan hanya soal panen yang gagal. Bagi petani di Desa Pande, itu adalah penghasilan utama yang lenyap sebelum sempat dipetik.
Banjir Surut, Pekerjaan Belum Selesai
Kabar baiknya, sebagian besar banjir sudah surut pada Sabtu pagi. Para pengungsi pun sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun di beberapa wilayah perkebunan, genangan masih belum sepenuhnya kering.
Artikel Terkait
Aturan Baru Kemendagri, ASN WFH di Parigi Moutong Wajib Standby dan Dilarang Tinggalkan Domisili
Sungai Meluap di Moutong dan Taopa, BPBD Catat Lima Desa Terendam - Puluhan Balita dan Lansia Dievakuasi
LPG 3 Kg Curang? Lapor! Pemda Parigi Moutong Siapkan Saluran Aduan
Target Akses Terpencil, Parigi Moutong Pacu Program "Lancar Bersama" Lewat Swakelola
Bukan Sekadar Tradisi, SD 6 Kampung Baru Majene Maknai Halal Bihalal Berbeda