BPBD bersama aparat desa sudah berkoordinasi dan melakukan kajian cepat bencana. Kebutuhan mendesak yang diidentifikasi meliputi: logistik penanggulangan bencana, perbaikan tanggul yang jebol di empat lokasi, normalisasi sungai, perbaikan jembatan kantong produksi di Desa Tompo, dan pelebaran drainase di Desa Moutong Utara.
Infrastruktur yang rusak itu tidak bisa menunggu terlalu lama. Jembatan kantong produksi di Desa Tompo, misalnya, adalah akses vital bagi petani untuk mengangkut hasil kebun. Selama rusak, roda ekonomi di sana praktis berhenti.
Banjir di Parigi Moutong bukan kali pertama. Bukan pula yang terakhir, jika normalisasi sungai dan perbaikan tanggul terus ditunda. Yang berubah hanyalah desa mana yang kali ini paling terpukul.
Artikel Terkait
Aturan Baru Kemendagri, ASN WFH di Parigi Moutong Wajib Standby dan Dilarang Tinggalkan Domisili
Sungai Meluap di Moutong dan Taopa, BPBD Catat Lima Desa Terendam - Puluhan Balita dan Lansia Dievakuasi
LPG 3 Kg Curang? Lapor! Pemda Parigi Moutong Siapkan Saluran Aduan
Target Akses Terpencil, Parigi Moutong Pacu Program "Lancar Bersama" Lewat Swakelola
Bukan Sekadar Tradisi, SD 6 Kampung Baru Majene Maknai Halal Bihalal Berbeda