Sulawesitoday - Muhammad Basuki melangkah pelan di antara kerumunan warga Kelurahan Kampal. Legislator PKS yang akrab disapa Uky ini datang bukan untuk sekadar bertegur sapa formal.
Ia hadir membawa buku catatan untuk merekam getirnya hidup warga di pesisir Parigi Moutong itu. "Banyak lampu jalan yang padam dan nelayan butuh mesin perahu," ungkap seorang warga dengan nada penuh harap.
Keluhan paling menyayat datang dari urusan papan. Sejumlah keluarga di Kampal dilaporkan masih menumpang di rumah kerabat karena tak punya hunian layak.
Baca Juga: Anleg Selpina Basrin dan Pertaruhan Nyawa Warga Gio di Bawah Ancaman Banjir
Uky tak membiarkan suasana muram itu bertahan lama. Di hadapan para lansia, ia membagikan bantuan tunai sebagai bentuk intervensi cepat atas macetnya akses kesejahteraan.
"Bantuan tunai ini bentuk kepedulian spontan untuk orang tua kita di sini," kata Uky sambil menyalami warga satu per satu. Ia berjanji soal rumah layak huni dan penerangan jalan akan menjadi prioritas di komisi.
Perjalanan berlanjut menuju Desa Sumbersari dengan agenda yang sedikit berbeda. Di sini, aroma tanah dan harapan petani menjadi sajian utama dalam pertemuan formal tersebut.
Sebanyak 1.000 pohon bibit cokelat sambung pucuk diserahkan secara simbolis. Uky berharap bibit unggul ini menjadi pelumas roda ekonomi petani yang sempat tersendat.
Tak hanya urusan perut, urusan batin para pemuda juga tak luput dari perhatiannya. Satu set alat hadroh diserahkan kepada pemuda Gunung Mulya untuk mendukung kegiataan religius.
Baca Juga: Ketua Komisi III DPRD Parigi Moutong Blusukan di Anutapura, Infrastruktur Rusak Jadi Catatan Merah
"Semoga bibit ini mendongkrak ekonomi dan alat hadroh itu jadi sarana positif pemuda," tuturnya. Senyum merekah terlihat dari para petani yang menerima bantuan fisik tersebut secara langsung.
Pemerintah desa setempat mengapresiasi langkah legislator dapil satu ini. Pasalnya, aspirasi tidak hanya berakhir di atas kertas, tapi langsung mewujud dalam aksi nyata.
Apt. Muhammad Basuki, MH, menutup masa persidangan 2026 ini dengan catatan tebal. Urusan infrastruktur dan kemiskinan di Parigi Moutong masih menunggu tindak lanjut dinas terkait.