Sulawesitoday - Hujan gerimis sudah cukup membuat warga Dusun 4, Desa Gio, Kecamatan Moutong, dirundung cemas. Saban awan hitam bergelayut, bayang-bayang banjir menghantui pemukiman di pelosok Kabupaten Parigi Moutong ini.
Anggota DPRD Parigi Moutong, Selpina Basrin, menangkap gurat ketakutan itu saat menggelar reses, Jumat pekan lalu. Warga bersuara lantang menyebut pembangunan tanggul dan drainase sebagai kebutuhan harga mati.
"Masyarakat merasa miris karena setiap kali hujan turun, mereka selalu merasa tidak aman," ujar Selpina di hadapan konstituennya.
Baca Juga: Ketua Komisi III DPRD Parigi Moutong Blusukan di Anutapura, Infrastruktur Rusak Jadi Catatan Merah
Politikus ini berjanji akan mengawal urusan nyawa ini di meja legislatif agar masuk skema prioritas anggaran.
Keresahan warga memang beralasan mengingat kondisi geografis desa yang kian rentan. Drainase yang ada saat ini tak lagi sanggup menampung debit air meski intensitas hujan tergolong ringan.
Selain urusan perut dan nyawa, warga juga menitipkan urusan kematian kepada sang wakil rakyat. Mereka meminta pengadaan fasilitas rukun kematian yang lebih memadai bagi dusun setempat.
Warga berharap ada bantuan keranda mayat yang dilengkapi dengan alat penggali kubur seperti sekop dan cangkul.
"Kami juga butuh tenda besi dan kursi untuk sarana hajatan," ungkap salah satu warga saat sesi dialog berlangsung.
Urusan spiritualitas anak-anak di Desa Gio juga tidak luput dari catatan Selpina. Terdapat permintaan mendesak akan pengadaan kitab suci Al-Qur'an dan Buku IQRA guna memperkuat kegiatan syiar islam di desa.
Baca Juga: Anleg Ahmad Dg Mabela Gandeng Wabup Parigi Moutong Serap Aspirasi Warga di Desa Toribulu
Untuk kaum perempuan, Selpina mencatat keinginan mereka memiliki alat keterampilan pembuatan kue. Usulan ini diharapkan mampu memicu kemandirian ekonomi dari dapur rumah tanga masing-masing.
Kelompok pemuda pun tak mau ketinggalan menyuarakan aspirasi mereka di bidang olahraga. Mereka meminta perlengkapan lengkap, mulai dari kostum tim hingga fasilitas lapangan bola voli yang layak.
Selpina memastikan seluruh usulan tersebut sudah terekam rapi oleh tim pendampingnya. Ia berjanji akan memperjuangkan aspirasi tersebut agar terealisasi melalui kebijakan yang tepat sasaran.
Artikel Terkait
The Power of Emak-emak di Reses Feiny Kairupan, Perjuangkan Ketahanan Ekonomi Keluarga
Polisi Cegat 6 Kurir Sabu 16 Kilogram di Bandara Mutiara Palu, Terancam Hukuman Mati
Palu Peringkat 5 Kota Terpanas di Indonesia, BMKG Ingatkan Potensi Kebakaran Lahan
Sulteng Bidik Predikat WBBM, Inovasi Lintas KI Jadi Senjata Utama
Ketua Komisi III DPRD Parigi Moutong Blusukan di Anutapura, Infrastruktur Rusak Jadi Catatan Merah