pemerintah

Perketat Keamanan Seleksi CPNS, Kemenkumham Sulteng Andalkan Teknologi Pengenalan Wajah

Selasa, 22 Oktober 2024 | 22:59 WIB
Kemenkumham Sulteng tingkatkan keamanan seleksi CPNS dengan teknologi pengenalan wajah, cegah praktik joki dan perkuat transparansi. #CPNS #KeamananSeleksi #FaceRecognition #Transparansi (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday - Dalam upaya meningkatkan integritas dan transparansi seleksi CPNS, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkumham Sulteng) telah mengadopsi teknologi pengenalan wajah. Teknologi ini diterapkan untuk memverifikasi identitas peserta secara akurat, sekaligus mengurangi risiko kecurangan, terutama terkait praktik joki.

Menurut Hermansyah Siregar, perwakilan dari Kanwil Kemenkumham Sulteng, penerapan teknologi ini bertujuan untuk memastikan bahwa hanya peserta terdaftar yang bisa mengikuti tes. “Penggunaan teknologi face recognition ini merupakan langkah untuk mencegah terjadinya praktik joki dalam seleksi CPNS. Dengan teknologi ini, kami yakin dapat meminimalisir risiko kecurangan dan memastikan bahwa yang mengikuti seleksi adalah peserta yang sebenarnya,” ujar Hermansyah dalam keterangannya pada 22 Oktober 2024.

Baca Juga: Hari Santri Nasional, Momentum Persatuan dan Penguatan Peran Pesantren dalam Bangsa

Proses verifikasi dilakukan sebanyak dua kali—pertama saat registrasi awal, dan kedua ketika peserta mulai mengerjakan soal. Langkah ini memperketat kontrol dan memastikan bahwa peserta yang mengikuti ujian adalah individu yang sama dengan yang telah terdaftar sebelumnya. Dengan metode ini, risiko penyusupan oleh pihak ketiga atau joki bisa diminimalisir.

Teknologi pengenalan wajah tersebut tidak hanya menjadi solusi efektif untuk meningkatkan keamanan, tetapi juga membantu menghapus kekhawatiran peserta mengenai kemungkinan adanya tindakan koruptif selama proses seleksi. Dalam hal ini, integritas data wajah peserta dicocokkan dengan basis data resmi, sehingga segala upaya kecurangan bisa terdeteksi sejak awal.

Penerapan teknologi ini pun disambut baik oleh para peserta. Salah satu peserta, Nurlako, menyatakan bahwa sistem ini membuat dirinya lebih tenang karena proses seleksi berjalan dengan lebih terstruktur dan transparan. "Jadi lebih tenang dengan begitu ketatnya pengawasan dan registrasi ini, sangat baik tentunya," ucapnya.

Kanwil Kemenkumham Sulteng tak bekerja sendiri. Mereka berkolaborasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Biro Sumber Daya Manusia Kemenkumham, dan berbagai pihak terkait. Tujuannya adalah menciptakan proses seleksi yang lebih bersih, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Hermansyah menegaskan, “Kita berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan seleksi CPNS. Dengan adanya teknologi face recognition ini, diharapkan dapat tercipta seleksi yang lebih bersih, transparan, dan akuntabel, kita terus berupaya untuk memastikan hal tersebut.”

Meskipun teknologi ini sangat membantu, selalu ada potensi tantangan dalam penggunaannya. Teknologi pengenalan wajah bukan tanpa kendala teknis—misalnya, kondisi pencahayaan atau kualitas kamera dapat memengaruhi akurasi identifikasi. Namun, upaya untuk terus menyempurnakan sistem ini telah menjadi fokus utama Kemenkumham Sulteng.

Secara keseluruhan, implementasi teknologi ini membawa angin segar dalam pelaksanaan seleksi CPNS, mencerminkan komitmen pemerintah untuk meminimalkan praktik kecurangan, sekaligus membangun sistem rekrutmen yang lebih adil dan akuntabel. Dengan semakin ketatnya proses pengawasan, diharapkan kepercayaan publik terhadap sistem seleksi CPNS terus meningkat.

Tags

Terkini