Sulawesitoday - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati baru-baru ini membuat pernyataan yang cukup mengejutkan di akun Instagram pribadinya.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah menggelontorkan subsidi sebesar Rp 30.000 per tabung untuk LPG 3 kg di tahun 2024.
Dengan angka tersebut, harga eceran seharusnya hanya Rp 12.750 per tabung dari pangkalan resmi Pertamina ke agen penyalur.
Namun, kenyataan di lapangan tampaknya berbeda jauh.
Banyak warga mengaku tetap harus membayar dengan harga yang jauh lebih tinggi dari angka yang disebutkan.
“Kami di sini beli Rp 22 ribu. Kalau benar subsidinya sebesar itu, kenapa harga tetap mahal? Periksa lagi distribusinya,” tulis salah satu warganet dalam kolom komentar unggahan Sri Mulyani.
Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut langsung dibanjiri lebih dari seribu komentar dari warganet yang mempertanyakan efektivitas subsidi dan transparansi distribusi.
Hingga Jumat (24/1/2025) pagi, postingan tersebut telah mendapatkan 11,9 ribu tanggapan.
Baca Juga: Warga Majene Gempar! Mayat Pria Ditemukan Setelah Berbulan-bulan Tak Terlihat
Banyak pihak menduga ada kendala dalam rantai distribusi yang menyebabkan harga LPG 3 kg tidak sesuai dengan klaim pemerintah.
Beberapa warganet bahkan menyarankan pemerintah untuk lebih ketat mengawasi jalur distribusi dibanding sekadar mengumumkan angka subsidi.
“Jangan berpikir untuk mencabut subsidi, tapi periksa dulu ke mana aliran distribusi LPG ini. Jangan-jangan ada yang bermain,” komentar pengguna lain.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait respons warganet ini.
Apakah evaluasi akan dilakukan? Ataukah masyarakat tetap harus pasrah dengan harga yang terus melambung? Kita tunggu langkah selanjutnya.