Sulawesitoday - Piala AFF 2024 baru saja dimulai, tetapi tensi antar-tim sudah terasa panas. Media Vietnam, Thanh Nien, dengan lantang menyebut empat pemain Indonesia sebagai ancaman serius. Bahkan, mereka tidak segan menyebutnya "dewa"—sebuah gelar yang jarang diberikan kepada pemain lawan.
Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Empat nama, yakni Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Marselino Ferdinan, dan Muhammad Ferarri, menjadi sorotan mereka.
Asnawi Mangkualam: Sang Pemimpin Lapangan
Asnawi, pemain paling senior dalam skuad Garuda dengan 46 caps, telah menjadi momok bagi Vietnam. Golnya dari titik penalti di Piala Asia 2023 cukup untuk membawa kemenangan 1-0 yang menghantui mereka hingga sekarang.
Meski baru 25 tahun, pengalamannya tak diragukan lagi. Di mata Thanh Nien, Asnawi adalah simbol ketenangan dan keberanian. "Dia seperti seorang pemimpin yang tak tergoyahkan," tulis mereka.
Namun, menariknya, Asnawi tetap dikenal rendah hati. Dalam wawancara sebelumnya, dia hanya berkata, "Saya hanya fokus bermain sebaik mungkin. Kalau Vietnam merasa terganggu, itu urusan mereka."
Pratama Arhan: Lemparan Mematikan
Arhan bukan hanya bek biasa. Pemain Suwon FC ini selalu merepotkan Vietnam dengan lemparan-lemparannya yang kerap dianggap "senjata rahasia." Saat SEA Games 2023 dan Kualifikasi Piala Dunia 2026, Arhan berkali-kali menciptakan peluang berbahaya. Bahkan, ada yang menyebut lemparannya lebih efektif daripada sepak pojok.
Baca Juga: Manchester City Tertatih: Pep Guardiola Fokus Konsistensi, Bukan Kans Juara
"Vietnam tahu betul, jika ada lemparan dari Arhan, artinya bahaya sedang mendekat," tulis Thanh Nien. Hal ini menjadikan Arhan salah satu pemain yang paling diantisipasi, meski sering dianggap 'hanya' bek sayap.
Marselino Ferdinan: Anak Ajaib di Inggris
Berusia 19 tahun, Marselino sudah mencetak sejarahnya sendiri. Di Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi, pemain Oxford United ini menjadi bintang dengan dua gol kemenangan. Penampilannya tak hanya memukau suporter Indonesia tetapi juga memaksa media internasional mengalihkan perhatian mereka.
"Dia seperti mimpi buruk bagi lini belakang kami," tulis Thanh Nien dengan nada frustasi. Marselino jelas menjadi bukti bahwa usia muda bukan hambatan untuk tampil brilian di panggung besar.
Muhammad Ferarri: Benteng Kokoh Garuda
Artikel Terkait
Juventus Vs Bologna: Comeback Dramatis, Skor Berakhir Imbang 2-2
Polisi Buka Suara Soal Kecelakaan Michail Antonio di Essex, Ada Panggilan untuk Saksi
Drama Ketika Andre Onana Buang Waktu Saat Manchester United Membutuhkan Keajaiban di Menit Akhir
Klasemen di La Liga Memanas, Real Madrid Kian Dekat, Barcelona Tersandung Lagi
Manchester City Tertatih: Pep Guardiola Fokus Konsistensi, Bukan Kans Juara