teknologi

Raja Chip Dunia Kembali, Jepang Kejar 40 Triliun Yen Semikonduktor di Era AI

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:19 WIB
Jepang targetkan penjualan chip lokal 40 triliun yen pada 2040, naik 5x lipat. Strategi besar memanfaatkan boom AI untuk rebut kembali dominasi semikonduktor.

Sulawesitoday - ‎DULU, mereka raja. Kini, mereka ingin kembali.

‎Jepang. Negeri Matahari Terbit itu pernah berdiri gagah di puncak industri semikonduktor dunia. Tahun 1980-an. Ketika nama-nama seperti NEC, Toshiba, dan Fujitsu bukan sekadar merek — mereka adalah simbol kedigdayaan teknologi. Setengah chip yang beredar di dunia waktu itu lahir dari tangan-tangan insinyur Jepang.

‎Lalu — runtuh.

‎Amerika datang dengan tekanan dagang yang menghancurkan. Industri elektronik domestik Jepang melemah. Perlahan tapi pasti, pangsa pasar yang dulu 50% itu terkikis. Sampai tersisa kurang dari 10%. Sebuah angka yang — bagi bangsa yang pernah menjadi raja — tentu terasa seperti penghinaan.

‎Tapi Diam Bukan Berarti Menyerah

‎Kini Perdana Menteri Sanae Takaichi bersuara keras. Target sudah dicanangkan. Tegas. Berani. Bahkan — bagi sebagian orang — terdengar seperti mimpi.

‎Penjualan chip Jepang harus mencapai 40 triliun yen per tahun pada 2040.

‎Lima kali lipat dari angka sekarang yang hanya 8 triliun yen. Ini bukan target kecil-kecilan. Ini ambisi. Ini pernyataan perang terhadap ketertinggalan yang sudah berlangsung tiga dekade.

‎Tak perlu menunggu 2040. Target antara pun sudah dipasang: 15 triliun yen pada 2030. Seperti pendaki gunung yang menetapkan pos-pos peristirahatan. Bukan karena lelah — tapi agar arah tetap terukur.

‎AI: Angin yang Mengubah Arah Layar

‎Ada alasan mengapa momen ini dipilih. Bukan kebetulan. Ada ledakan besar yang sedang mengubah peta teknologi dunia: kecerdasan buatan.

‎AI membutuhkan chip. Banyak sekali chip. Chip yang cepat, chip yang efisien, chip yang pintar. Dan permintaan itu tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Bahkan — menurut semua proyeksi — akan terus membesar seperti bola salju yang menggelinding di lereng yang curam.

‎Pemerintah Jepang melihat ini dengan mata terbuka. Chip bukan lagi sekadar komponen elektronik. Chip adalah keamanan ekonomi. Chip adalah kedaulatan teknologi. Maka investasi publik akan dikucurkan. Peta jalan industri sedang disusun. Dan rencana ini akan masuk ke dalam anggaran negara tahun depan.

‎Ini bukan sekadar program ekonomi biasa. Ini adalah pernyataan: Jepang tidak mau lagi jadi penonton.

Halaman:

Tags

Terkini