Kalau kamu ingin lebih detail, cara lain yang bisa digunakan adalah dengan software CPU-Z. Software ini khusus dibuat untuk memberikan informasi mendalam tentang komponen hardware di laptop atau komputer, termasuk CPU dan RAM.
Untuk cek kecepatan RAM menggunakan CPU-Z, pertama-tama kamu harus download dan install softwarenya. Setelah terpasang, buka aplikasinya dan masuk ke menu Memory. Di sini, kamu akan melihat dua informasi utama, yaitu Uncore Frequency dan DRAM Frequency.
Baca Juga: Cara Cepat Connect Wifi di Laptop: Panduan Lengkap untuk Pemula
Nah, biasanya di DRAM Frequency akan tertera angka seperti 1799.6 MHz, yang mungkin terlihat rendah. Tapi, jangan panik dulu! Angka itu hanya mewakili satu kanal memori. Untuk mendapatkan angka yang sebenarnya, kamu harus mengalikan nilai tersebut dengan dua, karena kebanyakan RAM modern menggunakan teknologi DDR (Double Data Rate). Jadi, kalau di sana tertulis 1799.6 MHz, kecepatan sebenarnya adalah sekitar 3600 MHz.
Ini adalah metode yang lebih presisi daripada Task Manager, terutama jika kamu membutuhkan informasi yang lebih mendalam mengenai RAM, seperti saat kamu berencana untuk meng-upgrade.
Mana yang Harus Kamu Pilih?
Sebenarnya, kedua cara ini sangat berguna tergantung kebutuhanmu. Kalau kamu hanya ingin mengecek secara cepat, Task Manager sudah lebih dari cukup. Tapi kalau kamu butuh informasi yang lebih rinci, apalagi kalau kamu seorang gamer atau desainer yang membutuhkan performa maksimal, maka CPU-Z adalah pilihan yang tepat.
Tapi, perlu diingat juga bahwa kecepatan RAM bukan satu-satunya faktor yang menentukan performa laptop. Ada banyak komponen lain yang bekerja secara simultan untuk menghasilkan performa keseluruhan, seperti CPU dan GPU. Jika laptopmu tetap lambat meski RAM-nya kencang, mungkin ada hal lain yang perlu dicek, seperti hard drive atau software yang tidak dioptimalkan dengan baik.
Saran terakhir, pastikan kamu juga memantau penggunaan RAM saat bekerja. Kadang, laptop melambat bukan karena kecepatan RAM, tapi karena RAM-nya hampir penuh. Cobalah untuk menutup aplikasi yang tidak perlu agar performa tetap optimal.
Artikel Terkait
Pahami Ukuran Suhu Normal dan Suhu laptop
5 Laptop terbaik untuk pelajar: pilihan terjangkau dan berkualitas
Kenapa laptop tidak ada suara? Ini penyebab dan cara mengatasinya
Cara Cepat Connect Wifi di Laptop: Panduan Lengkap untuk Pemula
Menjelajahi Dunia Performa Tinggi dengan 7 Rekomendasi Laptop Core i7 Terbaik 2024, Mulai Rp9 Jutaan