Kedua, lihat "giginya" (antarmuka). HDD zaman sekarang hampir semua pakai SATA. Bentuknya seperti lempengan pipih. Tapi kalau HDD Anda purba sekali, mungkin pakainya IDE/PATA yang jarumnya banyak itu. Pastikan casing yang Anda beli cocok dengan jenis giginya ini.
Operasi Bedah Ringan
Sekarang bagian yang seru: membongkar.
Untuk pengguna PC, matikan semua listrik. Cabut kabelnya. Buka casing CPU-nya. Cari di mana HDD itu nangkring. Lepaskan sekrupnya, cabut kabel datanya pelan-pelan. Jangan disentak. Ibarat mencabut gigi, harus dirasakan alurnya.
Untuk laptop, lebih ringkas tapi lebih teliti. Matikan laptop. Cabut baterainya. Ini penting: tekan tombol power selama 15 detik. Untuk apa? Membuang sisa listrik statis yang masih sembunyi di dalam komponen. Lalu buka tutup bawah laptop, ambil HDD-nya. Kalau ragu, baca buku manualnya. Jangan pakai ilmu kira-kira.
Rumah Baru, Semangat Baru
Setelah HDD telanjang itu ada di tangan, masukkan ke casing eksternal yang sudah dibeli tadi.
Kalau SATA, tinggal dorong sampai klik. Kalau IDE, harus pas dengan lubang jarumnya. Tutup casingnya, kencangkan sekrupnya.
Begitu dicolok ke USB komputer lain, tring! Dia akan terbaca sebagai drive baru. Persis seperti Anda beli HDD eksternal mahal di mal.
Agar Awet Selamanya
HDD itu sensitif. Dia punya piringan yang berputar kencang di dalam. Maka, jangan dibanting. Jangan diletakkan di tempat panas. Dan yang terpenting: selalu gunakan Safely Remove Hardware. Jangan langsung cabut seperti mencabut singkong dari tanah.
Kesimpulannya: tidak ada yang sia-sia dari barang lama. Dengan modal casing yang harganya tidak seberapa, HDD bekas Anda sudah punya hidup baru.
Hemat biaya, data terjaga. Itu baru namanya cerdas.
HDD Eksternal Terdeteksi tapi Tidak Terbaca? Ini 8 Cara Mengatasinya Tanpa Panik!