Diskusi berlangsung hangat saat sesi tanya jawab dibuka oleh moderator. Para mahasiswa terlihat antusias membicarakan peran mereka sebagai penjaga gawang keadilan di Sulawesi Barat.
Kunjungan ini ditutup dengan harapan besar akan lahirnya budaya sadar HAM dari kampus. Sebuah langkah awal untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkeaadaban.
Artikel Terkait
Bupati Donggala Kaget 4000 Rumah Tidak Layak, Bantuan Hanya 200 Unit
Lama Terlupakan, Warga Ambesia Induk Curhat ke Legislator Irawati Soal Air Bersih
Reses Anleg H. Sami Janji Kawal Dana Pokir untuk Rehab Masjid dan Petani
Tagih Janji Proposal, Warga Sigenti Barat Desak Anleg Husen Mardjengi Bantuan Bibit Durian dan Ambulans Desa
Gaji Aparat Desa dan Guru PPPK di Sigenti Macet, Legislator Moh Fadli Desak Pemda Parigi Moutong