Dalam orasinya, massa menuntut transparansi penuh dari aparat penegak hukum agar kasus ini tidak menguap di tengah jalan. "Usut tuntas tanpa pandang bulu, aparat wajib bertindak tanpa intervensi pihak manapun," teriak salah satu perwakilan masa di tengah kerumunan.
Selain hukuman berat, pemulihan trauma bagi para penyintas kini menjadi desakan utama bagi pemerintah daerah. Hingga berita ini diturunkan, pihak pengasuh pesantren belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan keji yang dialamatkan kepadanya.
Artikel Terkait
Dasco Pastikan Potongan Aplikator Ojol Turun Jadi 8 Persen, Danantara Masuk ke Perusahaan
Mudahnya Urus Badan Hukum, Kemenkum Sulteng Ajak APINDO Masifkan Edukasi UMKM
Ingat Ayam Miliknya di Mamuju, Jamaah Haji Lansia Minta Turun dari Pesawat Tengah Jalan
Hardiknas di Majene, Bupati Syukri Luncurkan Gerakan Kembali ke Sekolah
Bukan Maling Biasa, Seekor Monyet Gasak Spion Motor Mahasiswi Hanya untuk Bersolek