Sulawesitoday - Niat hati Ahmad mendidik, apa daya bogem mentah yang diterima. Imam Masjid As Salam ini tersungkur di tanah tepat setelah ia menunaikan tugas memimpin salat.
Langkah kakinya menuju rumah dihentikan paksa oleh sejumlah pria di Kelurahan Benteng, Palopo, Rabu sore lalu. Tanpa banyak bicara, serangan bertubi-tubi mendarat di wajah pria berusia 62 tahun tersebut.
"Saya dipukul tiba-tiba dari belakang. Waktu coba mundur, saya jatuh karena ada tumpukan pasir," ujar Ahmad mengenang detik-detik mencekam itu.
Baca Juga: Predator di Balik Ponpes Pati, Polisi Tetapkan Kiai Tersangka Pelecehan Seksual
Tubuhnya yang renta tak kuasa menahan amuk massa yang beringas. Dada sang imam diinjak, bahkan bongkahan batu bata sempat mendarat di fisiknya yang mulai melemah.
Dugaan kuat, aksi kekerasan ini bermula dari teguran Ahmad kepada sekolmpok bocah. Anak-anak itu kedapatan bermain mikrofon masjid dan mengumandangkan azan main-main sebelum waktunya.
Harun, putra korban, menyebut ayahnya hanya ingin menjaga ketertiban rumah ibadah. Apalagi, anak-anak tersebut disinyalir sempat merusak fasilitas masjid dengan lemparan batu.
"Bapak cuma menegur supaya tidak diulangi lagi. Ada juga yang azan cuma untuk bercanda," kata Harun saat dikonfirmasi.
Namun, teguran edukatif itu rupanya berbalas dendam dari pihak keluarga atau kerabat sang bocah. Tiga pria dewasa diduga menjadi otak di balik pengeroyokan yang membuat Ahmad harus dilarikan ke rumah sakit.
Kondisi Ahmad cukup memprihatinkan dengan luka lebam di sekujur tubuh. Pelipis dan matanya kembali terluka, padahal area tersebut baru saja menjalani operasi medis tahun lalu.
Baca Juga: Predator Bawah Peron Stasiun Kebayoran, Intip dan Rekam Rok Penumpang KRL
Dahi sang imam juga tampak benjol akibat benturan keras benda tumpul. Pihak keluarga menyayangkan aksi main hakim sendiri yang menimpa orang tua yang dihormati di lingkungan tersebut.
Aparat kepolisian dari Polsek Wara kini tengah bergerak mendalami kasus ini. Sejauh ini, empat orang saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik untuk merangkai kronologi lengkap.
"Penyidik sudah memeriksa 4 orang saksi namun masih menunggu hasil visum," tutur Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki.
Artikel Terkait
Predator di Balik Ponpes Pati, Polisi Tetapkan Kiai Tersangka Pelecehan Seksual
Predator Bawah Peron Stasiun Kebayoran, Intip dan Rekam Rok Penumpang KRL
Mengenal Barcode BBM Nelayan, Aturan Ketat MyPertamina yang Tuai Kritik DPRD Parigi Moutong
Aturan Main RSUD, Di Balik Standar Kemenkes dan Kritik Pedas DPRD Parigi Moutong
Pagar Hukum Tata Ruang, Kunci Celah Konflik Lahan yang Dikritik DPRD Parigi Moutong