Sulawesitoday - Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Parigi Moutong tidak bisa lagi bersantai ria.
Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid menyiapkan rencana strategis berupa tes urine massal untuk seluruh pegawai.
Langkah senyap ini diambil demi memastikan lingkungan birokrasi bersih dari jeratan narkotika.
"Korps ASN harus bersih dari penyalahgunaan narkoba," kata Abdul Sahid saat memimpin apel di halaman Kantor Bupati, Senin, 18 Mei 2026.
Baca Juga: Belanja Pegawai Tembus 60 Persen, DPRD Parigi Moutong Kritik Pengangkatan Tenaga Ahli
Pencegahan harus dimulai dari internal agar pegawai tetap menjadi figur teladan yang menjunjung tinggi moralitas.
Pemerintah daerah tidak main-main dan segera menggandeng Dinas Kesehatan serta aparat kepolisian untuk menggelar tes tersebut.
Sanksi disiplin sudah menanti bagi pegawai yang berani melanggar aturan.
Selain urusan narkoba, Abdul Sahid juga menyoroti kinerja pelayan publik yang sering dikeluhkan warga.
Ia meminta seluruh jajaran mengubah pola pikir dan menghapus budaya menunda pekerjaan.
Baca Juga: Anleg DPRD Parigi Moutong Desak Kembalikan Fungsi Lapangan Toraranga
"Kalau bisa diselesaikan hari ini, maka selesakan hari ini," ujarnya dengan nada tinggi.
Masyarakat tidak boleh dibuat menunggu lama hanya karena kelalaian birokrasi yang lambat.
Evaluasi kehadiran pegawai kini diperketat lewat Badan Kepegawaian Daerah secara berkala.
Artikel Terkait
Tolak Tambang di Parigi Moutong, Kades Posona Pilih Emas di Atas Tanah
Menanti Ketegasan Aparat di Kubangan Emas Sausu Torono
Kemenkum Sulteng Kawal Aturan Retribusi Aset Baru Toli-Toli
Anleg DPRD Parigi Moutong Desak Kembalikan Fungsi Lapangan Toraranga
Belanja Pegawai Tembus 60 Persen, DPRD Parigi Moutong Kritik Pengangkatan Tenaga Ahli