• Jumat, 10 Juli 2026

Mangrove Parigi Moutong Dikepung Ancaman, Pemda Ajak Warga Keroyok Perbaikan

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 20 Mei 2026 | 14:54 WIB
Ekosistem mangrove Parigi Moutong menghadapi ancaman serius dari alih fungsi lahan hingga iklim ekstrem. Pemkab desak aksi bersama.
Ekosistem mangrove Parigi Moutong menghadapi ancaman serius dari alih fungsi lahan hingga iklim ekstrem. Pemkab desak aksi bersama.

Sulawesitoday - Hutan mangrove di sepanjang pesisir Kabupaten Parigi Moutong kini sedang menghadapi kepungan ancaman yang sangat serius.

Alih fungsi lahan dan penebangan liar menjadi pemicu utama rusaknya benteng alami penahan ombak ini.

Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid gelisah melihat kondisi berserakan ini saat membuka lokakarya penyelamatan pesisir pada Selasa dua puluh Mei dua ribu dua puluh enam.

Ekosistem rapuh ini juga terancam oleh pencemaran lingkungan yang parah serta hantaman perubahan iklim dunia.

"Kerusakan lingkungan akan berdampak sangat besar terhadap kehidupan generasi mendatang jika kita tidak bijaksana," kata Abdul Sahid.

Baca Juga: Gebrakan Pemda Parigi Moutong, Semua ASN Wajib Ikut Tes Urine

Padahal tanaman bakau memiliki fungsi krusial untuk melindungi garis pantai dari gerusan abrasi yang menakutkan.

Akar rapatnya menjadi rumah nyaman bagi ribuan biota laut sekaligus penopang utama isi dompet masyarakat nelayan.

Pemerintah daerah tidak akan mampu bekerja sendirian tanpa bantuan dari komunitas lokal.

Oleh karena itu pemerintah kabupaten langsung menyodorkan rencana kolaborasi besar bersama aparat desa hingga akademisi kampus.

Baca Juga: Tiga Koperasi Merah Putih Parigi Moutong Resmi Beroperasi, Bupati Erwin Burase Siap Buktikan Desa Tidak Lemah

Aparatur desa perlu segera memasukkan agenda penyelamatan keanekaragaman hayati ke dalam anggaran pembangunan mereka.

"Pembangunan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata," ujar Abdul Sahid dengan nada tegas.

Dompet warga memang harus terisi namun keseimbangan ekosistem alam juga wajib terjaga seimbang.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini