• Senin, 8 Juni 2026

Parigi Moutong Pamerkan Bomba Saga Kain Tenun Khas Hasil Sayembara di Pameran UMKM Sigi

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 7 Juni 2026 | 12:48 WIB
Parigi Moutong memamerkan kain tenun Bomba Saga di Sigi. Motif baru hasil kajian akademik ini jadi ikon budaya yang memikat pengunjung.
Parigi Moutong memamerkan kain tenun Bomba Saga di Sigi. Motif baru hasil kajian akademik ini jadi ikon budaya yang memikat pengunjung.

Sulawesitoday - Kain tenun bermotif Bomba Saga yang lahir dari sayembara dan kajian akademik berhasil mencuri perhatian ratusan pengunjung pameran.

"Kain tenun bermotif Bomba Saga ini adalah identitas baru kami yang sarat akan makna dan sejarah lokal," kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Parigi Moutong Hj Hestiwati Nanga di lokasi acara pada Sabtu enam Juni dua ribu dua puluh enam.

Pameran usaha mikro kecil dan menengah di kawasan Taman Likuifaksi Desa Bora Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi ini menjadi panggung unjuk gigi bagi tiga belas kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Penemuan Mayat di Kebun Moutong, Ada Dua Parang dan Alat Hisap Sabu

Acara tahunan yang berbarengan dengan momen Musabaqah Tilawatil Quran tingkat provinsi menjadi peluang emas untuk memperluas pasar kerajinan daerah.

Nama Saga tersusun dari akronim Sambulu Gana. Akronim mengandung filosofi lokal mendalam yang kini menjelma menjadi guratan motif kain bernilai seni tinggi.

Stan pameran milik daerah ini juga menyediakan banyak produk premium lain mulai dari madu murni briket ramah lingkungan hingga durian legit yang legendaris.

"Kami ingin produk unggulan Parigi Moutong memiliki daya saing yang kuat untuk menembus pasar nasional," ucap Hestiwati penuh rasa optimistis.

Baca Juga: Nestapa Pengendara di Parigi Moutong Lintasi Lubang Jalan Wanamukti Bolano Lambunu yang Luput dari Perhatian

Pemerintah daerah saat ini masih mendatangkan tenaga ahli dari luar wilayah untuk memproduksi kain indah berkilau tersebut.

Program pelatihan intensif untuk mencetak penenun lokal kini sedang berjalan demi menciptakan kemandirian industri kreatif dari hulu hingga hilir.

Langkah nyata ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi warga sekitar sekaligus menjaga kelestarian warisan leluhur secara turun temurun.

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini