Sulawesitoday - DPR RI memanggil jajaran otoritas keuangan dan menteri kabinet untuk meredam kepanikan pasar modal akibat isu liar pergantian menteri ekonomi.
"Loh siapa yang mau mengganti? Nggak ada yang mau mengganti," ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen, Sabtu, 6 Juni 2026.
Isu pencopotan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo merebak akibat tekanan rupiah yang terus merosot.
Baca Juga: Majene Canangkan Gerakan Indonesia Asri, Bupati Dorong Pemilahan Sampah Mandiri
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memimpin langsung pertemuan tertutup yang sengaja digelar pada akhir pekan ini.
Langkah tak biasa ini diambil demi menyinkronkan kebijakan fiskal dan moneter yang belakangan dinilai jalan sendiri-sendiri.
Pemerintah dan parlemen sepakat memperkuat kewenangan setiap lembaga agar pasar keuangan kembali bergairah.
Sinergi penuh antara bank sentral dan kementerian keuangan diharapkan mampu mendongkrak kembali nilai tukar rupiah secara signifikan.
"Kalau kebijakannya sudah menyatu, seperti sinergi penuh, harusnya mengembalikan kepercayaan pasar ke nilai tukar rupiah," kata Purbaya Yudhi Sadewa.
Baca Juga: Penyaluran Bantuan Pangan di Binuang Polman Ricuh, Istri Kades Ikut Adu Mulut dengan Warga
Pertemuan darurat hari Sabtu ini merupakan inisiatif murni dari parlemen yang khawatir melihat gejolak ekonomi domestik.
Prasetyo Hadi datang ke Senayan guna mewakili Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang sedang dinas di luar negeri.
Artikel Terkait
Survei Porec Sebut 88,5 Persen Manfaat Makan Bergizi Gratis Malah Mengalir ke Elite Politik
Bukan Bangun Baru, Badan Gizi Sulap Kantin Sekolah 3T Jadi Dapur Makan Gratis
Nestapa Pengendara di Parigi Moutong Lintasi Lubang Jalan Wanamukti Bolano Lambunu yang Luput dari Perhatian
Penyaluran Bantuan Pangan di Binuang Polman Ricuh, Istri Kades Ikut Adu Mulut dengan Warga
Majene Canangkan Gerakan Indonesia Asri, Bupati Dorong Pemilahan Sampah Mandiri