• Jumat, 5 Juni 2026

Survei Porec Sebut 88,5 Persen Manfaat Makan Bergizi Gratis Malah Mengalir ke Elite Politik

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Jumat, 5 Juni 2026 | 15:16 WIB
Survei Policy Research Center mengungkap fakta mengejutkan tentang program Makan Bergizi Gratis yang dinilai hanya menguntungkan elite.
Survei Policy Research Center mengungkap fakta mengejutkan tentang program Makan Bergizi Gratis yang dinilai hanya menguntungkan elite.

Sulawesitoday - Lembaga riset Policy Research Center menemukan aliran dana program Makan Bergizi Gratis justru lebih banyak dinikmati oleh elite politik dan pengelola dapur ketimbang anak-anak sekolah.

"Sebanyak 44,5 persen responden menilai manfaat MBG mengalir ke elite dan pejabat politik," ujar Direktur Riset Policy Research Center, Arif Novianto.

Hanya sekitar 6,5 persen penerima bantuan yang merasakan langsung dampak positif dari program berskala nasional ini.

Baca Juga: Nasib Paten Kopi Dombu Sigi Ditentukan Lewat Uji Lab dan Peta Geografis

Survei pada Maret 2026 melibatkan seribu lebih responden dari seluruh wilayah Indonesia untuk memetakan efektivitas anggaran negara.

Masyarakat melihat ketimpangan yang sangat besar antara tujuan awal program dengan kenyataan pahit di lapangan.

Sebagian besar responden juga meyakini bahwa anggaran ratusan triliun rupiah ini sangat rawan menjadi ladang korupsi baru.

Kualitas makanan yang terus menurun memicu kecurigaan adanya upaya sepihak demi mencari keuntungan pribadi.

Alokasi biaya per porsi dinilai tidak mencerminkan nilai gizi yang berhak didapatkan oleh para siswa.

Warga mengeluhkan proses distribusi yang tertutup serta dugaan penggelembungan harga pada berbagai komponen pengadaan.

Kondisi ini memicu kemarahan publik yang merasa hak anak-anak mereka telah dirampas oleh kepentingan kelompok tertentu.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Parigi Moutong Rangkul PHDI Beri Jaminan Sosial untuk Rohaniwan Hindu

Analisis kebijakan publik menyebut situasi ini sebagai bentuk penguasaan fasilitas negara oleh kelompok yang memiliki kekuasaan.

Program sosial yang mulia ini justru berubah menjadi arena bagi-bagi keuntungan bagi mereka yang punya jaringan politik.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini