Sulawesitoday - Desa Toboli di Parigi Moutong kini membidik pembangunan sebuah tugu kuliner khas demi mengukuhkan statusnya sebagai pusat jajanan tradisional di Sulawesi Tengah.
"Rencana pembangunan Tugu Lalampa ini sebenarnya sudah lama dibahas bersama para tokoh masyarakat setempat," kata Camat Parigi Utara, Muhtar, saat menghadiri Festival Kuliner Lalampa Toboli ke-9, Minggu, 7 Juni 2026.
Gagasan lama ini kembali mencuat karena wilayah Toboli memiliki posisi geografis yang sangat strategis.
Baca Juga: Kuning Motif Saga Parigi Moutong Curi Perhatian di MTQ Sulteng
Kawasan ini berada tepat di jalur Segitiga Emas Parigi Moutong yang ramai dilintasi kendaraan antarprovinsi.
Pemerintah kecamatan melihat potensi besar pada arus lalu lintas harian yang padat untuk memajukan ekonomi warga.
Monumen baru ini nantinya akan menjadi penanda visual yang kuat bagi setiap pengendara yang melintas.
Pihak pemerintah daerah sangat optimistis simbol identitas masyarakat Parigi Utara ini bisa segera berdiri nyata.
Kehadiran tugu ikonik diproyeksikan mampu mendongkrak citra kawasan dan menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.
Festival tahunan yang sudah berjalan sembilan kali ini menjadi bukti nyata konsistensi warga dalam menjaga warisan leluhur.
Acara meriah ini bukan sekadar panggung tempat makan bersama melainkan wadah pelestarian budaya turun-temurun.
Penganan ketan bakar isi ikan ini sudah telanjur melekat erat sebagai identitas sosial masyarakat Parigi Moutong.
Promosi masif harus terus digulirkan agar produk lokal ini makin dikenal luas oleh publik.
Artikel Terkait
Remaja di Kendari Sengaja Tabrak Warga Usai Ditegur Ugal-ugalan, Korban Luka di Perut
Konser Perdana Ifan Seventeen Hipnotis Majene, Bupati dan Forkopimda Ikut Larut dalam Lirik Lagu
Dinkes Majene Gerakkan Aksi 30 Menit Bersama Lansia untuk Tekan Angka Kesepian
Estafet Kepemimpinan Pengadilan Agama Majene Berubah, Bupati AST Titip Pesan Sinergi Layanan Hukum Publik
Kuning Motif Saga Parigi Moutong Curi Perhatian di MTQ Sulteng