"Lewat semangat gotong royong ini kita bisa membawa produk lokal Toboli menembus pasar nasional dan internasional," ujar Muhtar penuh harap.
Generasi muda juga dituntut ikut ambil bagian secara aktif dalam mengelola potensi sejarah dan ekonomi ini.
Kuliner tradisional bukan lagi sebatas pengisi piring saji melainkan modal kreatif untuk membuka lapangan kerja baru.
Sektor usaha mikro kecil menengah diharapkan mampu tumbuh pesat seiring populernya festival tahunan ini.
Iklim investasi pariwisata daerah otomatis akan ikut terangkat lewat agenda budaya yang dikemas menarik.
Peningkatan kesejahteraan warga menjadi target akhir dari seluruh rangkaian inovasi berbasis kearifan lokal ini.
Artikel Terkait
Remaja di Kendari Sengaja Tabrak Warga Usai Ditegur Ugal-ugalan, Korban Luka di Perut
Konser Perdana Ifan Seventeen Hipnotis Majene, Bupati dan Forkopimda Ikut Larut dalam Lirik Lagu
Dinkes Majene Gerakkan Aksi 30 Menit Bersama Lansia untuk Tekan Angka Kesepian
Estafet Kepemimpinan Pengadilan Agama Majene Berubah, Bupati AST Titip Pesan Sinergi Layanan Hukum Publik
Kuning Motif Saga Parigi Moutong Curi Perhatian di MTQ Sulteng