Sulawesitoday - Seorang pria bernama Aditya Pratama mendadak viral di media sosial setelah meminta perlindungan hukum kepada Mantan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akibat wajahnya mirip dengan buronan kasus penyekapan, Taufik Hidayat. Aditya mengunggah video klarifikasi karena merasa terancam dan takut menjadi korban salah tangkap oleh masyarakat. Ketakutan ini memuncak setelah Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara berhadiah Rp250 juta untuk menemukan Taufik Hidayat, tersangka penganiayaan pacar selama tiga tahun.
Kronologi Ketakutan Aditya Pratama Terkait Sayembara Rp250 Juta
Aditya Pratama membuat pernyataan terbuka melalui video singkat yang kini beredar luas di berbagai platform digital. Ia menegaskan tidak memiliki kaitan apa pun dengan perkara pidana yang menjerat Taufik Hidayat.
"Saya bukan psikopat, saya bukan Taufik Hidayat," ujar Aditya dalam video resminya.
Aditya mengaku mengalami tekanan psikologis akibat sorotan publik yang intens. Beberapa poin utama terkait keresahan Aditya Pratama meliputi:
- Takut Korban Salah Identifikasi: Wajahnya yang menyerupai pelaku membuat masyarakat di lingkungan sekitar dan warganet mulai mencurigainya.
- Dampak Finansial Sayembara: Pengumuman hadiah Rp250 juta oleh Dedi Mulyadi memicu antusiasme tinggi dari pemburu buron, sehingga meningkatkan risiko salah sasaran terhadap dirinya.
- Keamanan Pribadi Terganggu: Aditya mengalami kecemasan saat beraktivitas di ruang publik karena mendapat perhatian yang tidak biasa dari orang tidak dikenal.
Kasus Hukum Taufik Hidayat dan Respons Netizen
Taufik Hidayat merupakan buronan yang masuk dalam daftar pencarian orang terkait kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat. Tindakan kriminal tersebut diduga dilakukan terhadap kekasihnya sendiri dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Kasus ini menarik perhatian masif dari publik Jawa Barat karena kekejaman durasi penyekapannya.
Unggahan video klarifikasi Aditya Pratama langsung memicu perdebatan luas di kolom komentar media sosial. Pola respons masyarakat terbagi menjadi dua pandangan utama:
- Desakan Kehati-hatian: Netizen mengingatkan warga agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri (vigilantism) hanya berdasarkan kecocokan fisik visual tanpa konfirmasi identitas resmi.
- Kritik Dampak Sayembara: Sebagian publik menilai hadiah uang tunai dalam jumlah besar berpotensi menciptakan situasi berbahaya bagi orang-orang yang secara kebetulan memiliki kemiripan wajah dengan DPO.
Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama pihak terkait masih terus melacak keberadaan Taufik Hidayat. Di sisi lain, video Aditya Pratama menjadi bukti nyata bagaimana viralnya sebuah kasus hukum dapat berdampak langsung pada keselamatan warga sipil yang tidak bersalah.
Artikel Terkait
Banjir dan Gempa Parigi Moutong Juni 2026, 12 Desa Terdampak dan 92 Rumah Rusak
Delapan Media Promedia Group Diserang DDoS 160 Juta Request, Diduga Terkait Berita Korupsi
Guru Honorer SDN 19 Inpres Luaor Majene Minta Pemerintah Berikan Gaji Layak
Aksi Pemalangan Aktivitas PT IPIP Kolaka Picu Bentrok Antar Warga, Ancam PSN
Bangunan Rusak Berat, Siswa SDN Inpres 19 Luaor Majene Dilarang Membaca di Dalam Perpustakaan