Suhu udara Sulawesi Tengah melonjak tajam menyentuh angka 36 derajat Celsius akibat kondisi cuaca kering tanpa tutupan awan hujan.
“Mayoritas wilayah di Sulteng berpotensi cerah, tidak ada daerah berpotensi hujan sedang hingga lebat,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Mutiara Sis Al Jufri Palu Fathan Labanu pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Ancaman kekeringan. Fenomena cuaca panas menyelimuti 13 kabupaten dan kota sampai 1 September 2026.
Pertumbuhan awan terhenti. Tingkat kelembapan udara menurun drastis sehingga memicu lonjakan suhu ekstrem.
Puncak panas membakar. Suhu tertinggi terjadi pada siang hingga sore hari di seluruh kawasan pesisir.
Kawasan utara terik. Wilayah Toli Toli, Buol, dan Parigi Moutong mencatat kenaikan suhu paling panas.
Baca Juga: Banjir Kasimbar Terjang 3 Desa, Warga Desak Normalisasi Sungai!
“Suhu maksimal 22 derajat celcius pada dini hari, dan 36 derajat celcius pada siang hingga sore hari,” ujar Fathan menuturkan detail data pengukuran BMKG.
Area pegunungan sejuk. Daerah Banggai, Morowali, dan Sigi justru mengalami penurunan suhu udara minimal.
Suhu terendah tercipta. Wilayah Morowali mencatatkan angka 16 derajat Celsius pada malam hari.
Puncak cuaca cerah. Periode 26 hingga 29 Agustus menjadi rentang waktu paling terik di wilayah ibu kota.
Kota Palu panas. Suhu udara pusat pemerintahan diperkirakan berada pada rentang 22 hingga 33 derajat Celsius.
Kelembapan udara fluktuatif. Tingkat kelembapan udara bergerak pada kisaran 50 hingga 99 persen setiap harinya.
Potensi awan kembali. Kondisi berawan diperkirakan baru muncul menyelimuti wilayah pada awal September 2026.
Artikel Terkait
Kebakaran Desa Adat Sade Lombok Hanguskan 129 Rumah dan Aset Warga
Bareskrim Usut Aliran Uang Karhutla: Korporasi dan Pemodal Bakar Lahan Diincar
Disentil Publik Soal Karhutla, BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Menyalahkan
Banjir Kasimbar Terjang 3 Desa, Warga Desak Normalisasi Sungai!
Hasil Polling Threads Kinerja Presiden Prabowo Capai 96 Persen Buruk, Survey Ilmiah Catat Kepuasan 72,2 Persen