Sungai meluap merendam tiga desa sekaligus di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong. Banjir bandang menerjang pemukiman warga setelah hujan deras mengguyur wilayah ini sejak pagi hari.
"Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah normalisasi sungai," keterangan resmi Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong pada Senin, 24 Agustus 2026.
Tiga desa langsung terisolasi air. Wilayah Kasimbar Palapi, Kasimbar Induk, dan Kasimbar Selatan menjadi lokasi terparah.
Total 115 keluarga kini terdampak. Air bah merendam kawasan pemukiman warga hingga merusak infrastruktur vital.
Dua fasilitas tempat ibadah terendam. Masjid di Desa Kasimbar Palapi dan Kasimbar Induk tergenang air keruh.
Baca Juga: Disentil Publik Soal Karhutla, BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Menyalahkan
Aktivitas sekolah lumpuh total. Bangunan SD Alkhairaat serta SMP Negeri 1 Kasimbar terendam luapan air.
Fasilitas publik ikut rusak parah. Lapangan bola dan jalan utama desa tidak bisa dilalui kendaraan.
Sektor pertanian warga terpukul. Perkebunan seluas empat hektar di Kasimbar Palapi mengalami kerusakan fatal.
"Banjir belum surut hingga sore," laporan Pusdalops.
Petugas gabungan terus bersiaga. Tim Reaksi Cepat bersama aparat desa dan warga setempat menyisir lokasi banjir.
Pendataan korban terus berjalan. Petugas belum menemukan laporan adanya korban jiwa maupun warga mengungsi.
Ancaman banjir susulan masih tinggi. Cuaca buruk di wilayah Sulawesi Tengah berpotensi memperparah luapan air sungai.
"Kaji cepat terus kami lakukan di lapangan," isi laporan.
Artikel Terkait
Kebocoran Retribusi Parigi Moutong Disebut Lebih Parah dari Pajak, NasDem Desak Bupati Bentuk Tim Terpadu
Batu Bara Aktif Bawah Tanah Pemicu Kebakaran Lahan di Tarakan Timur
Kebakaran Desa Adat Sade Lombok Hanguskan 129 Rumah dan Aset Warga
Bareskrim Usut Aliran Uang Karhutla: Korporasi dan Pemodal Bakar Lahan Diincar
Disentil Publik Soal Karhutla, BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Menyalahkan