• Kamis, 16 Juli 2026

Banjir Paralisis Jalur Trans Sulawesi, Kondisi Darurat di Desa Uwevolo, Parigi Moutong

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Sabtu, 11 Mei 2024 | 14:05 WIB
Foto: Antrian ratusan kendaraan yang terjebak banjir lumpur, batu dan kayu di Desa Uwevolo, Siniu, Parigi Moutong, Sabtu 11 Mei 2024. (Aswadin)
Foto: Antrian ratusan kendaraan yang terjebak banjir lumpur, batu dan kayu di Desa Uwevolo, Siniu, Parigi Moutong, Sabtu 11 Mei 2024. (Aswadin)













Banjir Paralisis Jalur Trans Sulawesi, Kondisi Darurat di Desa Uwevolo, Parigi Moutong


Sulawesitoday - Luapan sungai di Desa Uwevolo, Parigi Moutong, mengakibatkan kondisi darurat di jalur Trans Sulawesi pada Sabtu pagi (11/5/2024), memaksa akses tersebut terhenti total akibat material banjir.

Jalur Trans Sulawesi di Dusun 1 Desa Uwevolo Kecamatan Siniu Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengalami paralisis total pada Sabtu (11/5/2024) pagi.

Badan jalan yang tertutup lumpur dan kayu membuat antrean kendaraan panjang memenuhi akses tersebut, menyebabkan arus lalulintas terhenti total.

Camat Sinui, Darwis, menjelaskan bahwa situasi macet tersebut disebabkan oleh luapan sungai di desa setempat, yang mulai terjadi sejak pukul 02.30 Wita setelah hujan deras sejak malam sebelumnya.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=FUPIUOxmN9c[/embedyt]

Lumpur dan kayu tutupi badan jalan


[expander_maker id="1" more="Klik Baca Selanjutnya" less="Read less"]

"Kendaraan sejak subuh hari tadi sudah tidak bisa melintas. Karena badan jalan sudah ditutupi lumpur dan kayu," ungkap Darwis. Hingga pukul 10.37 Wita pagi, jalur Trans Sulawesi diperkirakan telah lumpuh total selama kurang lebih 10 jam.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, satu unit rumah warga roboh akibat terjangan banjir. Tim dari Pemda, termasuk Dinas PUPRP, BPBD, dan Balai Jalan Provinsi Sulawesi Tengah, telah bergerak cepat untuk menangani situasi darurat ini.

"Mereka semua sudah turun dilokasi banjir," jelas Darwis.

Proses pembersihan material banjir yang menutupi badan jalan diperkirakan akan berlangsung hingga sore hari, meskipun belum ada kepastian waktu pasti penyelesaiannya.

Dua unit alat berat telah dikerahkan oleh Dinas PUPRP dan Balai Jalan untuk membersihkan material banjir tersebut.[/expander_maker]












Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini