BPBD Parigi Moutong: Kesiapsiagaan Warga Kunci Mencegah Dampak Bencana Hidrometeorologi
Sulawesitoday - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kembali menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.
Hal ini menyusul terjadinya banjir di Desa Baina'a Barat, Kecamatan Tinombo pada Minggu 19 Mei 2024, yang menambah daftar panjang kejadian bencana di wilayah tersebut.
"Masyarakat harus selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan bencana," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Parigi Moutong, Amirudin, saat dihubungi, Minggu 20 Mei 2024.
Menurut Amirudin, Parigi Moutong memiliki karakteristik geografis yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi, seperti curah hujan tinggi dan topografi yang berbukit.
Hal ini membuat wilayah tersebut mudah dilanda banjir dan tanah longsor.
"Penting bagi masyarakat untuk memahami potensi bencana di wilayah mereka dan melakukan langkah-langkah mitigasi mandiri," ujar Amirudin.
Beberapa langkah mitigasi mandiri yang dapat dilakukan masyarakat di antaranya:
- Membuat jalur evakuasi
- Membersihkan saluran air
- Menanam pohon di lereng gunung
- Membangun rumah tahan gempa
- Menyiapkan tas siaga bencana
BPBD Parigi Moutong juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana. Selain itu, BPBD juga bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di wilayah tersebut.
"Penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat," kata Amirudin.
Dengan meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan langkah-langkah mitigasi mandiri, diharapkan dampak bencana hidrometeorologi di Parigi Moutong dapat diminimalisir.